Hakim Putuskan Tolak Dakwaan Jaksa Kasus 4 IRT Lempar Atap Pabrik Tembakau

Kompas.com - 01/03/2021, 18:49 WIB
empat ibu rumah tangga terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDempat ibu rumah tangga terdakwa kasus pelemparan pabrik tembakau

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya memutuskan perkara empat ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Wajegeseng yang melakukan pelemparan terhadap pabrik tembakau, batal demi hukum, Senin (1/3/2021).

"Maka berkenan sekiranya majelis hakim, yang memeriksa perkara tersebut, untuk memberikan putusan sebagai berikut. Menerima eksepsi para terdakwa seluruhnya, menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, tanggal 17 Februari 2021 batal demi hukum, atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima menurut hukum," ucap Hakim Ketua Asri yang mengadili perkara tersebut, Senin (1/3/2021)

Adapun beberapa pertimbangan majelis hakim memutuskan membatalkan dakwaan JPU di antaranya yakni JPU tidak menguraikan secara lengkap perbuatan pidana yang dilakukan oleh 4 IRT tersebut, serta dampak dari perbuatan terdakwa.

Baca juga: Pemilik Pabrik Berharap Maaf yang Diberikan ke 4 Ibu Pelempar Atap Bisa Meringankan Hukuman

"Berdasarkan dakwaan penuntut umum tersebut, majelis hakim berpendapat surat dakwaan JPU, tidak menguraikan perbuatan, atau peran masing-masing terdakwa secara satu persatu dengan jelas dan lengkap, dan dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan dari perbuatan masing-masing terdakwa tersebut," sebut Asri.

Selain itu, menurut hakim, JPU tidak cermat dalam memberikan dakwaan, karena tidak bisa memberikan penjelasan terkait perbuatan pelemparan pabrik tembakau yang dilakukan secara bersama-sama, sehingga harus didakwakan Pasal 170 Ayat 1 dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara.

"Menimbang bahwa ketidakcermataan penuntut umum dalam merumuskan dan menguraikan, sehingga menimbulkan ketidak jelasan tindak pidana yang didapatkan kepada terdakwa, apakah melanggar Pasal 170 KUHP atau 406 KUHP," sebut Asri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun pertimbangan hukum lainnya, berdasarkan ketentuan Pasal 143 Ayat 2 KUHAP, juncto surat edaran Jaksa Agung Nomor : SE-004/J.A/11/1993 tentang pembuatan surat dakwaan menyebutkan, bahwa untuk terpenuhinya syarat materil dari surat dakwaan, adalah harus diuraikan secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan.

Baca juga: Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

JPU dari Kejaksaan Negeri Praya mendakwa keempat terdakwa dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.

Sebelumnya diberitakan, para terdakwa, yakni Nurul Hidayah, Martini, Fatimah, dan Hultiah mendekam di Rumah Tahanan Praya akibat melempar atap pabrik tembakau milik Suhardi.

Penahanan keempat ibu rumah tangga tersebut menjadi perbincangan lantaran dua dari empat terdakwa yang berada ditahan di Rutan Peraya membawa anaknya yang masih membutuhkan ASI.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Camat Diperiksa karena Halangi Polisi Bubarkan Kerumunan di Pesta Pernikahan

Camat Diperiksa karena Halangi Polisi Bubarkan Kerumunan di Pesta Pernikahan

Regional
Denda Telat Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Dihapus

Denda Telat Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Dihapus

Regional
Dituduh Mau Tawuran, 6 Anak Panti Asuhan Diperas Pelajar, Ternyata Uangnya untuk Beli Rokok

Dituduh Mau Tawuran, 6 Anak Panti Asuhan Diperas Pelajar, Ternyata Uangnya untuk Beli Rokok

Regional
Sempat Ditakut-takuti, Kakek yang Bersepeda Belasan Kilometer Mengaku Tambah Bugar Usai Divaksin

Sempat Ditakut-takuti, Kakek yang Bersepeda Belasan Kilometer Mengaku Tambah Bugar Usai Divaksin

Regional
Mobil Rescue Dinas Sosial Tabrak Pesepeda di Makassar, Korban Alami Luka pada Wajah

Mobil Rescue Dinas Sosial Tabrak Pesepeda di Makassar, Korban Alami Luka pada Wajah

Regional
Stok Vaksin di Gudang Dinkes Medan Tinggal 150 Dosis, Suntikan Dosis Pertama Dihentikan

Stok Vaksin di Gudang Dinkes Medan Tinggal 150 Dosis, Suntikan Dosis Pertama Dihentikan

Regional
Setelah Sebulan, Jenazah ABK Asal Siantar Akhirnya Tiba di Rumah Duka

Setelah Sebulan, Jenazah ABK Asal Siantar Akhirnya Tiba di Rumah Duka

Regional
Dicabuli Ayah dan Paman Tiri Sejak SD hingga Hamil, Korban Mengaku Sering Diancam

Dicabuli Ayah dan Paman Tiri Sejak SD hingga Hamil, Korban Mengaku Sering Diancam

Regional
Sudah 10 Hari, Sejumlah Puskesmas di Medan Kehabisan Stok Vaksin

Sudah 10 Hari, Sejumlah Puskesmas di Medan Kehabisan Stok Vaksin

Regional
Keluhan Pedagang Malioboro: Sekarang Lebih Berat, Boleh Jualan tapi Akses Jalan Ditutup

Keluhan Pedagang Malioboro: Sekarang Lebih Berat, Boleh Jualan tapi Akses Jalan Ditutup

Regional
Okan Kornelius Ajak Warga Sumedang Disiplin Protokol Kesehatan

Okan Kornelius Ajak Warga Sumedang Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Kesakitan Hendak Melahirkan Saat Bemotor Lintasi Pos Penyekatan, Ibu Ini Ditolong Polisi Lalu Lintas

Kesakitan Hendak Melahirkan Saat Bemotor Lintasi Pos Penyekatan, Ibu Ini Ditolong Polisi Lalu Lintas

Regional
Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Tirinya yang Masih SMP hingga Hamil

Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Tirinya yang Masih SMP hingga Hamil

Regional
Gubernur Koster soal Kasus Covid-19 di Bali Tinggi: 60 Persen Belum Divaksin

Gubernur Koster soal Kasus Covid-19 di Bali Tinggi: 60 Persen Belum Divaksin

Regional
Sempat Kabur ke Malaysia Selama 4 Bulan, Mantan Kades Ditahan karena Kasus Korupsi

Sempat Kabur ke Malaysia Selama 4 Bulan, Mantan Kades Ditahan karena Kasus Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X