Longsor Tambang Emas Ilegal di Parigi Moutong, 1 Penambang Masih Dicari

Kompas.com - 01/03/2021, 17:18 WIB
Proses evakuasi korban di lokasi tambang emas ilegal, di desa Bulanga, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Kamis (25/2/2021). SAR PaluProses evakuasi korban di lokasi tambang emas ilegal, di desa Bulanga, Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, Kamis (25/2/2021).

PARIGI MOUTONG, KOMPAS.com- Setelah enam hari tertimbun longsor, pencarian penambang emas ilegal di Dusun Sina'a, Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih berlangsung.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melanjutkan pencarian dengan menggunakan tiga unit alat berat (exavator) dan juga mesin Alkon untuk mengisap lumpur.

Humas Kantor SAR Palu, Fatmawati, mengatakan berdasarkan pendataan ada 23 penambang yang tertimbun longsor. 

Baca juga: Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Sebanyak 16 di antaranya selamat, enam orang lainnya sudah ditemukan dalam keadaan tewas, dan satu penambang lainnya masih hilang. 

Menurut Fatmawati, penambang yang hilang bernama Maskan. 

"Memang data sementara yang kami terima berdasarkan laporan keluarga ada 23 orang, tapi kita tidak tahu berapa sebenarnya jumlah korban tertimbun di lokasi tambang tersebut," kata Fatmawati saat dihubungi, Senin (1/3/2021). 

Pada hari keenam pencarian, Fatmawati menyebutkan ada beberapa potongan tubuh manusia yang ditemukan. 

Baca juga: Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Namun, belum bisa dipastikan, potongan tubuh itu adalah bagian dari jasad penambang yang masih dicari. 

Sebagai informasi, bencana longsor terjadi di lokasi penambangan emas ilegal di  Sulawesi Tengah, pada Rabu (24/2/2021).

 

Belum diketahui secara pasti penyebab longsor ini. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi untuk Warga Riau

Ini Panduan Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi untuk Warga Riau

Regional
Bayi di Riau Ini Menderita 'Omphalocele', Lahir dengan Organ Perut di Luar, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Bayi di Riau Ini Menderita "Omphalocele", Lahir dengan Organ Perut di Luar, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Regional
Hendak 'Selfie' Saat Sunrise, Wisatawan Tewas Tercebur Bersama Motornya ke Laut

Hendak "Selfie" Saat Sunrise, Wisatawan Tewas Tercebur Bersama Motornya ke Laut

Regional
Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Regional
Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Regional
Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Regional
Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Regional
Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Regional
Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Regional
Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Regional
Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Regional
'Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan'

"Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan"

Regional
Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Regional
Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning di Samarinda: Saya Tak Tahu Artis Itu

Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning di Samarinda: Saya Tak Tahu Artis Itu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X