Terdampak Karhutla, Kualitas Udara di Kota Pontianak Jadi Tidak Sehat

Kompas.com - 01/03/2021, 12:32 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyegel 5 lokasi lahan yang terbakar baik secara sengaja maupun tidak, Sabtu (27/2/2021). dok Pemkot PontianakPemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyegel 5 lokasi lahan yang terbakar baik secara sengaja maupun tidak, Sabtu (27/2/2021).

PONTIANAK, KOMPAS.comKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua pekan terkahir, kembali menimbulkan kabut asap pekat di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Berdasarkan informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang dirilis laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Minggu (28/2/2021) pukul 15.00 WIB hingga Senin (1/3/2021) pukul 15.00 WIB, kualitas udara di Kota Pontianak, Kalbar, berada di level 136 µgram/m3.

Angka tersebut artinya masuk kategori tidak sehat.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Saat ini, kami minta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan sampai udara kembali sehat," kata Edi kepada wartawan, Senin siang.

Baca juga: Pemkot Pontianak Tetapkan Status Siaga Karhutla

Edi memastikan, seluruh aparat terkait tengah berupaya keras menanggulangi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Kota Pontianak.

“Kita juga mewaspadai dampak angin yang membawa asap dari wilayah lain ke Pontianak,” ucap Edi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebutkan, berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terdapat 176 titik panas.

Sebagian besar titik panas berada di Kabupaten Kubu Raya 103 titik dan Kabupaten Mempawah 47 titik.

Baca juga: Buntut Karhutla di Pontianak, 5 Lahan Disegel dan 2 Orang Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan ( karhutla).

Sebagaimana diketahui, dalam sepekan terakhir terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, saat ini pihaknya tengah membentuk Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Kota Pontianak.

Dalam tim tersebut akan melibatkan unsur TNI/Polri, Pemkot Pontianak, masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW, termasuk pemadam kebakaran swasta.

Tugas Tim Satgas itu nantinya memonitor kawasan lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran serta melakukan patroli memantau titik-titik lokasi lahan gambut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta-fakta Kampung Narkoba yang 'Sulit Tersentuh' Aparat, Punya Pasukan Bayaran Rp 200.000 Sehari, Butuh Sepekan Tembus 'Benteng Pertahanan'

Fakta-fakta Kampung Narkoba yang "Sulit Tersentuh" Aparat, Punya Pasukan Bayaran Rp 200.000 Sehari, Butuh Sepekan Tembus "Benteng Pertahanan"

Regional
Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Regional
Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Regional
Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Regional
Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X