Berniat Melerai Tawuran, Oknum Polisi Ini Malah Ikut Terlibat Perkelahian, Berakhir Ditahan

Kompas.com - 28/02/2021, 12:11 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

KOMPAS.com - Aksi tawuran antarwarga di Desa Kamanglele, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Jumat (26/2/2021) tak diduga berbuntut persoalan hukum bagi seorang oknum polisi, Bripka YL.

Bripka YL, anggota Polsek Namrole, semula berniat melerai warga yang tawuran. Namun, ia kini justru ditahan.

Sebab YL justru terbawa emosi hingga ikut terlibat perkelahian.

Dia menganiaya seorang warga Desa Elfule, Kecamatan Namrole bernama Firman (20).

Baca juga: Kena Lemparan Batu Saat Lerai Tawuran, Oknum Polisi di Maluku Aniaya Warga

Dilempar batu saat melerai

Ilustrasi penganiayaanKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi penganiayaan
Wakil Kepala Polres Pulau Buru Kompol Bachri Hehanussa mengatakan, awalnya Bripka YL melihat adanya tawuran dan berupaya melerai.

"Jadi pada saat Bripka YL melintas di lokasi kejadian dia melihat ada tawuran saling lempar, dia lalu mencoba menghentikan aksi tawuran itu," kata Bachri kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat melerai, tiba-tiba sebuah batu mendarat tepat di wajah Bripka YL.

"Karena merasa kesakitan, Bripka YL emosi lalu dia menghajar korban (Firman) yang ada di belakangnya," kata Bachri.

Baca juga: Nasib Ardi yang Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer BCA, Tiga Anaknya Tak Bisa Sekolah dan Berobat

Berujung laporan polisi

Bripka YL kemudian meminta rekannya HF alias Abong membawa Firman ke Polsek Namrole.

Akan tetapi warga kembali menghujani YL dengan batu sehingga Firman dilepaskan.

Akibat kejadian itu, Firman mengalami luka memar di bagian wajah dan pendarahan di kedua matanya.

Korban lalu dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Namrole.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Keliru Rekening, Pegawai BCA yang Salah Transfer Tak Lagi Bekerja, Pihak Bank Bantah Laporkan Ardi

Sempat lapor polisi

Ilustrasi borgol.SHUTTERSTOCK Ilustrasi borgol.

Firman sebelumnya sempat melarikan diri dan menceritakan kejadian itu pada keluarganya. Mereka pun melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Namrole.

Bachri menegaskan, polisi telah menahan Bripka YL untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Saat ini pelaku penganiayaan, Bripka YL, telah ditahan dan diproses," kata Bachri.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X