Ban Truk yang Hendak Dipasangnya Tiba-tiba Meletus, Nyawa Arif Terenggut

Kompas.com - 28/02/2021, 09:10 WIB
Ban truk marissban.comBan truk

KOMPAS.com - Kejadian nahas dialami oleh Arif Rahman (41).

Lelaki asal Desa Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang berprofesi sebagai penambal ban ini meninggal ketika sedang melaksanakan pekerjaannya.

Arif membuka jasa tambal di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban.

Baca juga: Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Sebelum nyawanya terenggut, malam itu korban menambal ban truk boks berplat nomor A 9525 ZA, milik Manap (51), asal Cilangkap, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, ketika ban truk itu hendak dipasang kembali, ban itu tiba-tiba meletus.

Besi ring roda yang terlepas membentur Arif. Ia bahkan sampai terpental ke aspal jalan.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat (26/2/2021) pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Regional
Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Regional
Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Regional
UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

Regional
Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Regional
4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

Regional
Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Regional
 Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Regional
Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Regional
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Regional
716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

Regional
Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Regional
Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Regional
Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X