Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Oknum Polisi Hajar Warga, Bermula Terkena Lemparan Batu Saat Lerai Tawuran

Kompas.com - 27/02/2021, 23:14 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Peristiwa ini terjadi di Desa Kamanglale, Kecamatan Namroel, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Jumat (26/2/2021).

Saat sedang melintas, Bripka YL melihat ada tawuran antarwarga. Orang-orang yang terlibat tawuran itu saling lempar.

Bripka YL kemudian coba menghentikan tawuran itu.

Sewaktu sedang melerai tawuran, sebuah batu tiba-tiba melayang lalu mengenai wajah Bripka YL.

Baca juga: Kena Lemparan Batu Saat Lerai Tawuran, Oknum Polisi di Maluku Aniaya Warga

Ia kesakitan. Firman (20) yang kebetulan berada di belakangnya, terkena amukan YL.

Firman dihajar sampai babak belur.

Setelah itu, YL meminta salah seorang rekannya, HF alias Abong, untuk membawa korban ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Namrole.

Ternyata, ketika Firman hendak dibawa ke Polsek, warga menghalanginya.

Warga yang marah melempari YL dan Abong dengan batu. Keduanya pun melarikan diri dan tak jadi membawa korban ke Polsek.

Baca juga: Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Bocah Laki-laki 14 Tahun Dicabuli Honorer BUMN, Pelaku Rekam Aksinya untuk Ancam Korban

Regional
8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

8 Warga di Sumbawa Digigit Anjing Liar Diduga Terjangkit Rabies

Regional
Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Disiapkan, 1.012 Pompa Air untuk Antisipasi Perubahan Iklim di Banten

Regional
Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Ada 442 Titik Parkir di Batam Berpotensi untuk Pendapatan Retribusi

Regional
Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Ini yang Didiskusikan Bupati Sri Mulyani Saat Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Pompanisasi di Klaten

Regional
Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Ayah Pembunuh Anak di Banten Jalani Tes Kejiwaan

Regional
Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Mayat Pria dengan Kaki Terikat Rantai Mengapung di Sungai Musi

Regional
Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Kebijakan Terbatas, Alasan Sekda Palembang Maju Jadi Bakal Calon Wali Kota

Regional
Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Mayat Tanpa Busana Dalam Hotel di Kuningan, Lehernya Luka

Regional
Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Soal Pilkada Jateng, Presiden Jokowi Serahkan ke Parpol

Regional
Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Warga Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Sayuran karena Tercemar Abu Vulkanik

Regional
Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Alasan Jemaah Aboge di Banyumas Baru Rayakan Idul Adha Hari Ini

Regional
Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Polisi Sebut Motif Ayah yang Bunuh Anaknya di Banten Ingin Kaya

Regional
Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Tersangka Pengeroyokan Bos Rental di Pati Dimungkinkan Masih Bertambah, Kapolda Jateng: Sudah Kantongi Beberapa Nama

Regional
Daerah di Semarang Dijuluki Kampung 'Tukang Jagal', Ternyata Ini Alasannya

Daerah di Semarang Dijuluki Kampung "Tukang Jagal", Ternyata Ini Alasannya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com