Kompas.com - 26/02/2021, 19:54 WIB
Ilustrasi balap liar KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ilustrasi balap liar

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Puluhan pemuda menyerang tim gabungan kepolisian saat pembubaran aksi balapan liar di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (26/2/2021) subuh. 

Komandan Tim Penikam Polrestabes Makassar Iptu Arif Muda mengatakan, pelaku penyerangan tersebut diduga pebalap liar serta penonton yang tidak senang acara balapan liar di ruas jalan utama tersebut dibubarkan. 

"Sekelompok pemuda ini tiba-tiba menyerang petugas dengan batu sehingga dilakukan pengejaran hingga masuk ke dalam lorong," ujar Arif Muda, Jumat sore. 

Baca juga: Peserta Balapan Liar Melawan Saat Ditertibkan, Satu Polisi Luka Kepalanya

Arif Muda menerangkan, pihaknya dibantu tim Patmor Sabhara Polrestabes Makassar dalam mengejar pelaku penyerangan tersebut. 

Aksi kejar-kejaran senpat terjadi sebelum akhirnya polisi mengamankan 31 orang yang diduga pelaku dan penonton balapan liar.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita belasan motor. 

"Ada 16 sepeda motor yang diamankan bersama pemiliknya dan pelaku penyerangan," ujar Arif.

Baca juga: Sempat Dua Kali Divaksin Covid-19, Direktur STIK Tamalatea Makassar Meninggal, Ini Penjelasan RS

Para pelaku penyerangan yang ditangkap kini masih berada di Polrestabes Makassar. 

Arif menyebut, tindakan para pemuda tersebut kerap meresahkan pengendara lain yang melintas di jalan Sultan Alauddin. 

"Kendaraannya kami serahkan ke Sat Lantas Polrestabes Makassar untuk diberikan sanksi tilang dan pemiliknya kami berikan sanksi pembinaan," tandas Arif. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X