Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Kompas.com - 26/02/2021, 17:08 WIB
Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin memberi hadiah kepada Kepala SMAN 6 Surabaya, Jumat (26/2/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALBupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin memberi hadiah kepada Kepala SMAN 6 Surabaya, Jumat (26/2/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin mampir mengenang masa remaja saat bersekolah di SMAN 6 Surabaya pada Jumat (26/2/2021).

Nur Arifin mengunjungi sekolahnya itu usai dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Bupati Trenggalek di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Di sekolah itu, Nur Arifin berterima kasih kepada para guru yang pernah mengajarnya. Ia juga menyampaikan "pengakuan dosa" yang diperbuat selama bersekolah dulu.

Dalam pengakuan dosa itu, Nur Arifin menceritakan sering meminta tolong kepada penjaga parkir untuk menyiapkan motornya di depan gerbang sekolah. Padahal, saat itu jam pelajaran masih berlangsung.

"Mas Pri tolong sepeda saya, saya mau keluar," kata Nur Arifin mengingat percakapan dengan Pri, penjaga parkir di sekolah tersebut, Jumat.

Baca juga: Usai Dilantik, Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya, Berikan Ponsel ke Penjaga Parkir

Arifin menjelaskan, ia keluar sekolah bukan untuk pulang atau jalan-jalan, tetapi membaca buku kesukaannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Nur Arifin juga kerap meminta bantuan teman perempuannya agar mengisikan presensi saat bolos sekolah.

"Saya hampir saja dikeluarkan dari sekolah karena sering bolos. Guru bimbingan penyuluhan juga sering ke rumah saya melaporkan kepada orangtua saya," ujarnya.

Nur Arifin mengucapkan terima kasih kepada guru yang mengajarkan 14 tahun lalu itu. 

"Jujur saja yang saya pakai mendaftar sebagai calon wakil bupati Trenggalek pada pilkada 2015 dulu adalah ijazah dari sekolah ini (SMAN 6 Surabaya), karena saat itu saya belum memiliki ijazah sarjana," ujarnya.

Nur Arifin mengaku dikeluarkan dari Universitas Airlangga Surabaya karena tidak pernah masuk kuliah.

"Saat itu saya lupa izin cuti saat kampanye Pilkada Trenggalek 2015," terangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X