Kompas.com - 26/02/2021, 12:52 WIB
Kedua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan di Lampung, MA dan AO memeragakan adegan saat keduanya menghabisi nyawa bayi malang itu, Kamis (25/2/2021). Total 47 adegan diperagakan kedua tersangka. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKedua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan di Lampung, MA dan AO memeragakan adegan saat keduanya menghabisi nyawa bayi malang itu, Kamis (25/2/2021). Total 47 adegan diperagakan kedua tersangka.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kartika Suci Rahayu bayi berusia 9 bulan asal Lampung tewas di tangan ibu kandungnya dan selingkuhan ibunya.

Bayi perempuan tersebut dicekoki ramuan campuran minyak rambut, gula merah, dan asam jawa hingga tewas.

Pelaku ada sang ibu, AO (35) dan selingkuhannya MA (40). Mereka membunuh bayi yang dilahirkan AO untuk menutupi perselingkuhan mereka.

AO mengaku selingkuh dengan MA saat kehamilannya berusia 5 bulan. Namun saat bayinya lahir, banyak yang mengatakan jika bayi yang diberi nama Kartika mirip dengan MA.

Karena takut hubungan terlarang diketahui oleh orang lain, mereka memutuskan membunuh bayi malang tersebut.

Baca juga: Suami Pembunuh Bayi 9 Bulan Tak Tahu Istrinya Selingkuh, Tak Curiga Pelaku Pamit ke Rumah Bibi

Sang suami kaget istrinya selingkuh

AO menikah dengan Feri Mamat sejak 5 tahun yang lalu.

Sang suami, Feri mengaku baru mengetahui istrinya selingkuh setelah kasus pembunuhan bayi mereka terbongkar.

“Saya nggak tahu (kedua tersangka) selingkuh. Taunya juga dari polisi, katanya mengaku dari mengandung anak saya itu lima bulan hamil,” kata FM.

Sementara itu dilansir dari Tribunbandarlampung.com, Feri bercerita saat menikah, AO berstatus janda anak satu.

Baca juga: Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Terkait peselingkuhan yang dilakukan istrinya, Feri mengaku karena kesalahannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X