Kompas.com - 26/02/2021, 11:39 WIB
Satu perusahaan vaksin tidak akan mampu memproduksi cukup dosis untuk memberi vaksin pada 7,8 miliar orang dalam hitungan bulan. EPA via BBC INDONESIASatu perusahaan vaksin tidak akan mampu memproduksi cukup dosis untuk memberi vaksin pada 7,8 miliar orang dalam hitungan bulan.

KOMPAS.com - Vaksinasi massal di Rumah Sakit Umum Daerah Banten, Jalan Syech Nawawi Albantani, Banjarsari, Kota Serang, menimbulkan kerumunan.

Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengaku sudah mengatur jadwal agar mengantisipasi kerumunan.

“Mereka datang serempak, padahal setiap orang sudah disesuaikan setiap jamnya. Tapi yang namanya orang mereka kadang bersamaan datangnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti.

Baca juga: Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Untuk para guru

Menurut Ati, vaksinasi pada hari kedua itu diperuntukkan bagi guru SMA, SMK, dan SKh.

Namun, saat mengantre menunggu giliran dipanggil, para guru beberapa sudah datang sebelum jadwal.

Ati menegaskan, pelaksanaan vaksinasi massal sudah mengacu kepada aturan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan kementrian kesehatan.

Baca juga: Hari Kedua Vaksinasi Massal di Banten, Terjadi Kerumunan Ratusan Guru Antre Disuntik
Selain vaksinasi massal, pelakasaan dilakukan di pelayanan kesehatan, di institusi masing-masing, dan vaksinasi massal bergerak.

"Kita hanya menggunakan tiga metode. Untuk metode vaksinasi massal bergerak di periode selanjutnya dengan sasaran seperti pedagang pasar," tandasnya.

Seperti diketahui, vaksinasi untuk pelayan publik di Provinsi Banten sudah dimulai sejak 24 Februari 2021 kemarin.

Menurut Ati, target vaksinisasi sebanyak 13.500 dan dilaksanakan selama empat hari dari 24-27 Februari 2021.

"Kegiatan pelaksanaan vaksinasi massal ini, sasaran target yang ingin kita capai sekitar 13.500. kita bagi empat hari untuk yang suntikan pertama," ujar Ati kepada wartawan.

(Penulis: Kontributor Serang, Rasyid Ridho | Editor: Aprillia Ika)

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X