Polisi: Kades di Tasikmalaya Korupsi Dana Desa Rp 256 Juta untuk Perkaya Diri

Kompas.com - 26/02/2021, 10:29 WIB
Ilustrasi dana bantuan langsung tunai (Dok Shutterstock) Ilustrasi dana bantuan langsung tunai

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - YS, Seorang kepala desa (Kades) wilayah Rajadatu, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya jadi tersangka korupsi dana desa tahun anggaran 2018 yang merugikan Negara sampai Rp 256 juta. 

Dana itu sejatinya akan dipakai pembangunan masyarakat desa termasuk perbaikan jalan-jalan kampung, tapi malah diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri.

"Sesuai hasil penyelidikan terhadap Kepala Desa dan meminta keterangan dari sejumlah saksi adanya dugaan dana desa dan bantuan APBD tahun 2018 telah dikorupsi," jelas Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan, di kantornya, Kamis (25/2/2021).

"Namun, uang dari hasil pencairan tersebut langsung masuk ke rekening bendahara dan setelah dicairkan ada uang sebesar Rp 256 juta malah digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri." 

Baca juga: Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Doni menambahkan, anggaran Desa Rajadatu tahun 2018 sebesar Rp 794 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya. 

Namun, saat proses pencairannya justru dimasukan ke rekening pribadi sebesar Rp 256 juta dan dipakai untuk keperluan sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sesuai hasil penyelidikan dan cukup bukti langsung ditangkap dan dijadikan tersangka," tambah Doni.

Masyarakat pun mencurigai adanya praktik korupsi oleh kepala desanya sampai akhirnya melaporkan kejadian ke Kepolisian dengan beberapa bukti pembelian barang-barang pribadi kades memakai uang hasil korupsinya.

Baca juga: Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa Rp 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Padahal, sebelumnya masyarakat sempat mendatangi tempat kerja kades berkali-kali, tapi selalu menghindar supaya tak bisa bertemu masyarakat yang selama ini selalu mempertanyakan kemana dana desanya sebagian.

Karena beberapa rencana pembangunan desa yang sudah direncanakan malah tak bisa dikerjakan karena uangnya sudah hilang dibawa kabur kepala desa.

Kini, kepala desa tersebut mendekam di sel tahanan Mapolresta Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kami telah mengamankan barang bukti yakni berupa dokumen pencairan, berkas laporan hingga berkas lainnya. Sedangkan, anggaran dana desa yang digunakan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 256 juta susah habis dan berkas perkaranya sudah dinyatakan P21 atau lengkap langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya," pungkasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X