Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Kompas.com - 26/02/2021, 06:24 WIB
Kuasa Hukum Fauzi Munthe, Efi Risa Junita (tengah) didampingi penasihat hukm LBH Amanah Haq Johannes Juntar Lumban Gaol, dan Muslimin Akbae saat konferensi Pers di kantor LBH Amanah Haq di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (25/2/2021) sore. KOMPAS.COM/Teguh PribadiKuasa Hukum Fauzi Munthe, Efi Risa Junita (tengah) didampingi penasihat hukm LBH Amanah Haq Johannes Juntar Lumban Gaol, dan Muslimin Akbae saat konferensi Pers di kantor LBH Amanah Haq di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (25/2/2021) sore.

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Fauzi Munthe, saksi sekaligus pelapor perkara penistaan agama empat petugas forensik akan melakukan gugatan Pra Peradilan, setelah Kejaksaan Negeri Pematangsiantar mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) atas kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Fauzi Munthe, Efi Risa Junita, saat konferensi Pers di kantor LBH Amanah Haq di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (25/2/2021) sore.

"Semalam sudah berkomunikasi, sudah datang dan beliau (Fauzi) sepakat mengangkat perkara ini dalam bentuk pra peradilan. Beliau masih shock atas penghentian kasus ini. Tadi malam beliau sepakat mengajukan Pra peradilan," jelas Efi Risa.

Baca juga: Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Ia mempertanyakan SKP2 yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar terhadap perkara kliennya.

Menurutnya, jika berkas perkara tidak cukup bukti seharusnya penuntut umum bukan menghentikan penuntutan perkara.

"Perkara ini sudah P21 A. Dimana dibuktikan penyerahan barang bukti dan tersangka. Apabila penuntut umum belum meyakini berkas itu belum sempurna, seharusnya mengembalikan berkas perkara ke penyidik kepolisian atau P19," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

4 petugas forensik sudah minta maaf

Masih kata Efi, pada tanggal 22 Februari 2021 pihaknya menghadiri pertemuan Restorative Justice yang diadakan oleh pihak kejaksaan. Pada pertemuan tersebut hadir kedua belah pihak.

Saat pertemuan itu, kata Efi, para terdakwa mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada Fauzi Munthe.

Selain pengakuan para terdakwa 4 petugas Forensik menjadi bukti, dalam berkas perkara turut dihadirkan saksi ahli yang dimintai keterangan.

Di antaranya saksi ahli syariat hukum islam, MUI dan ahli Pidana. Jaksa penuntut umum kemudian menyatakan itu berkas perkara lengkap.

Baca juga: Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X