Kompas.com - 25/02/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi bayi lahir PIXELSIlustrasi bayi lahir
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Polisi mengamankan AO (35) seorang ibu rumah tangga di Lampung terkait kematian bayinya, Kartika Suci Rahayu bayi yang berusia 9 bulan.

Selain AO, polisi juga mengamankan MA (40) pria selingkuhan AO. Mereka berdua terlibat pembunuhan Kartika untuk menutupi jejak perselingkuhan.

AO memiliki suami. Namun ia menjalin hubungan asmara dengan MA saat kehamilannya berusia 5 bulan.

Baca juga: Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Saat bayi tersebut lahir, ada isu yang mengatakan bahwa wajah bayi yang diberi nama Kartika tersebut mirip dengan MA.

Untuk meredam isu tersebut, MA berencana menghilangkan nyawa malang tersebut. Ia dan AO kemudian merencanakan pembunuhan terhadap bayi malang itu sejak tiga bulan lalu.

Baca juga: Fakta Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu Kandung, Direncanakan sejak 2 Bulan Bersama Selingkuhan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cekoki ramuan minyak rambut hingga asam jawa

Kedua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan di Lampung, MA dan AO memeragakan adegan saat keduanya menghabisi nyawa bayi malang itu, Kamis (25/2/2021). Total 47 adegan diperagakan kedua tersangka. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Kedua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan di Lampung, MA dan AO memeragakan adegan saat keduanya menghabisi nyawa bayi malang itu, Kamis (25/2/2021). Total 47 adegan diperagakan kedua tersangka.
Pembunuhan Kartika terjadi pada Sabtu (6/2/2021) sore. Hari itu, AO izin kepada suaminya pergi ke ke rumah kerabatnya dengan membawa Kartika.

Di tengah jalan AO bertemu dengan MA dan mereka menuju di salah satu rumah kos rekan MA di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Bumi Waras.

Oleh kedua pelaku, Kartika dicekoki ramuan yang terbuat dari minyak rambut, gula merah, dan asam jawa.

Bayi 9 bulan itu pun kejang. Tak hanya itu, tersangka juga menutup hidung korban hingga korban kehabisan napas.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Bayi 9 Bulan oleh Ibu Kandung di Lampung

“Tersangka MA lalu menekan hidung korban agar cairan itu masuk. Tersangka juga menutup hidung korban hingga korban kehabisan nafas,” kata Kapolsek Teluk Betung Selatan, Komisaris Hari Budianto, Selasa (9/2//2021).

Setelah korban tak bernyawa, AO dan MA membawa Kartika berkeliling. Mereka lalu menitipkan Kartika di rumah mertua AO di Kelurahan Talang, Bandar Lampung pada Minggu (7/2/2021) dini hari.

Sementara itu mertua AO atau nenek korban curiga saat menantunya langsung pergi setelah menitipkan Kartika.

Apalagi saat dicek, cucunya tak bergerak dan terdapat luka memar. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu Kandung dan Selingkuhannya, Ini Tanggapan Suami

Janji dinikahi dan punya harta banyak

Dua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan, MA (kanan) dan AO (kiri) di Mapolsek Teluk Betung Selatan, Selasa (9/2/2021). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Dua tersangka pembunuhan bayi 9 bulan, MA (kanan) dan AO (kiri) di Mapolsek Teluk Betung Selatan, Selasa (9/2/2021).
Tersangka AO mengaku dijanjikan masa depan yang cerah oleh selingkuhannya, MA jika mau menuruti kemauan MA.

“Dijanjikan dinikahi dan punya harta banyak,” kata AO.

Sementara itu, suami pelaku Feri Mamat mengecam tindakan keji istrinya tersebut.

Oleh karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya kasus hukum para pelaku kepada pihak kepolisian.

"Saya serahkan kepada polisi, baik buruknya istri saya ke polisi," kata Feri.

Baca juga: Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu, Diduga karena Wajahnya Mirip Selingkuhannya

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Komisaris Hari Budianto menjelaskan saat rekontruksi ada kekerasan yang dialami oleh korban.

Pelaku terbukti menekan hidung korban saat memberikan ramuan beracun.

“Tersangka MA menekan hidung korban hingga ramuan itu tertelan. Akibat tekanan itu, ada memar di wajah korban,” kata Hari.

Saat rekontruksi kedua tersangka memerankan 47 adegan pembunuhan di rumah kost teman tersangka MA hingga rumah mertua tersangka AO.

Baca juga: Ibu Kandung Diduga Bunuh Bayi 9 Bulan, Selingkuhan Jadi Otak Pembunuhan

“Ada satu gerakan tambahan dari para pelaku sendiri. Ini tambahan dari adegan yang sudah kami susun berdasarkan kronologi,” kata Hari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan itu, para pelaku dijerat Pasal 80 ayat 4 UU Perlindungan Anak dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

"Hukuman maksimalkan adalah hukuman mati," kata Hari.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Tri Purna Jaya | Editor: Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.