Jangan sampai Kalap jika Tiba-tiba Jadi Miliarder, Ini Cara Pintar Membelanjakan Uang Anda

Kompas.com - 25/02/2021, 16:15 WIB
Warga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan. 
Tribuncirebon.com/Ahmad RipaiWarga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan.

Namun dia mengingatkan, sikap konsumtif dan terjebak pada sikap jaga gengsi dikhawatirkan akan memengaruhi situasi keuangan di masa depan

"Beli mobil boleh, tapi enggak usah yang ratusan juta apalagi miliaran rupiah. Enggak perlu termakan gengsi," kata Aidil kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021).

Realistis

Menurut Aidil, sah-sah saja setiap orang yang tiba-tiba menjadi miliarder untuk membeli mobil.

Hanya yang perlu diingat, membeli mobil tanpa perhitungan realistis berpotensi merugikan di masa depan.

Membeli mobil juga bukan bagian dari investasi strategis karena selain berpotensi menjadi beban, juga nilainya akan susut seiring waktu berjalan.

"Beli mobil itu kan konsumtif. Jadi sebenarnya mereka rugi, mereka beli mobil Rp 1 miliar, Rp 500 juta, tapi waktu dijual harganya turun 20 persen 30 persen," ujar Aidil.

Saran Aidil, agar tidak memengaruhi situasi keuangan di masa depan, ada baiknya sebagian uang yang dimiliki ditabung atau digunakan untuk membeli barang yang tidak susut nilainya saat dijual nanti.

"Sebaiknya sebagian disimpan, masukkan ke tabungan atau bisa dibelikan emas. Dengan membeli perhiasan, paling nggak harganya gak surut seperti beli mobil," jelas dia.

Pilihan lainnya, uang hasil kompensasi lahan bisa digunakan untuk membeli lahan sebagai pengganti dari lahan sebelumnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang belum memahami betul soal investasi di pasar luas, bisa menyisihkan uangnya untuk membeli emas perhiasan atau batangan.

"Kalau di desa bisa dibelikan sawah, itu bagi yang mau menggarap. Kemudian yang lain larinya bisa ke emas, bisa perhiasan atau batangan," kata Aidil.

Edukasi

Aidil menambahkan, terkait fenomena di dua daerah itu, ada baiknya setiap lembaga atau institusi yang hendak memberikan kompensasi untuk pembebasan lahan, turut memberikan edukasi kepada masyarakat agar berperilaku realistis dalam mengelola keuangan.

"Kalau ada uang penggantian dari penggusuran atau segala macam, harusnya juga diiringi dengan edukasi. Kasihan masyarakat, mereka cuma bisa menghamburkan uang sesaat, tetapi nantinya jadi miskin lagi hidupnya," ujar Aidil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X