Kasus Investasi Bodong, Polisi Amankan 5 Mobil Mewah Bos Butik dan Pegawainya

Kompas.com - 25/02/2021, 16:13 WIB
Barang bukti mobil yang diamankan dari Yalsa Butik diantaranya; Alphard, Fortune, Rush, Yaris dan Civic Turbo dengan nilai ditaksir mencapai Rp 2 Milliar lebih. KOMPAS.COM/TEUKU UMARBarang bukti mobil yang diamankan dari Yalsa Butik diantaranya; Alphard, Fortune, Rush, Yaris dan Civic Turbo dengan nilai ditaksir mencapai Rp 2 Milliar lebih.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Penyidik Dit Reskrimsus Polda Aceh telah mengamankan lima mobil mewah milik karyawan dan pemilik Yalsa Butik.

Lima mobil itu diduga dibeli dengan menggunakan uang investasi yang dikumpulkan dari nasabah.

"Ini barang bukti lima mobil mewah milik owner dan karyawan Yalsa Butik disita oleh penyidik," kata Dir Dit Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, saat dikonfirnasi wartawan, Kamis (25/02/2021).

Margiyanta menyebutkan, lima mobil mewah yang disita itu antara lain satu unit mobil Alphard, Fortune, Rush, Yaris dan Civic Turbo dengan total nilai Rp 2 miliar lebih.

"Selain lima mobil mewah, rumah mewah dan ruko yang dibeli dengan menggunakan uang nasabah juga disita, dan barang berharga lain sedang kita telusuri," katanya.

Baca juga: Istri Polisi Tertipu Rp 100 Juta Investasi Voucer Pulsa di Padang Pariaman

Masih kata Margiyanta, bedasarkan hasil penyidikan sementara, investasi bodong yang berkedok butik itu telah mengumpulkan uang dari 3.000 anggotanya, baik di dalam maupun di luar Aceh sebesar Rp 20 miliar lebih.

"Hasil penyidikan sementara owner Yalsa Butik melalui reseller dan adminnya telah mengumpulkan dana dari 3.000 anggota nasabah berjumlah Rp 25 milliar lebih," katanya.

Untuk menarik minat investor, Yalsa Butik menjanjikan bagi hasil keuntungan, mulai dari 30 hingga 50 persen dari jumlah uang yang diinvestasikan.

"Anggota nasabah tergiur dengan iming-iming nilai persen keuntungan yang tinggi. Padahal uang anggota nasabah yang diputar oleh owner Yalsa Butik, nilai investasi bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga puluhuan juta rupiah," katanya.

Tim penyidik Dit Reskrimsus Polda Aceh saat ini telah memeriksa 25 orang saksi, mulai dari owner, reseller, admin Yalsa Butik dan anggota nasabah.

Namun hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan investasi bodong itu.

"Belum ada yang ditahan, owner dan karyawan Yalsa sejauh ini kita nilai masih koperatif, tapi dalam waktu ke depan pasti ada yang akan ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Kasus dugaan investasi bodong berkedok usaha butik itu ditangani oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh setelah ada nasabah yang melaporkan pada 13 Februari lalu.

Baca juga: 5 Kasus Investasi Bodong di Tanah Air, Libatkan Istri Polisi hingga Mantan Pegawai Bank

 

Setelah diselidiki, Yalsa Butik terbukti mengumpulkan uang dari masyarakat sehingga menyalahi undang-undang perbankan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X