Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, "Nyebur" Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

Kompas.com - 25/02/2021, 06:33 WIB
Tim Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai memikul peralatan pemadaman untuk memadamkan titik api karhutla di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (23/2/2021). Dok. Manggala Agni DumaiTim Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai memikul peralatan pemadaman untuk memadamkan titik api karhutla di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (23/2/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Lebih kurang sepekan, tim Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai di Provinsi Riau, melakukan pemadaman titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai memiliki tanggungjawab tiga daerah, yaitu Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dalam memadamkan api, tim tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, yang terdiri dari TNI, Polri, masyarakat peduli api (MPA) dan termasuk dibantu dari pihak perusahaan.

Kepala Manggala Agni Sumatera V Daops Dumai Ismail Hasibuan menyebutkan, untuk wilayah Dumai sendiri, karhutla terdapat di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, dan Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan.

Baca juga: Tim Manggala Agni Kesulitan Kendalikan Api Karhutla di Dumai

Kemudian, di Kabupaten Bengkalis, titik api di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dan Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau.

"Untuk di Desa Tasik Serai dan Desa Sukarjo Mesim sudah bisa kita tangani dan tinggal lagi pendinginan. Begitu juga dengan di Kelurahan Mundam juga sudah jauh berkurang. Cuma kan belum bisa kita tinggalkan, karena takutnya nanti api muncul lagi. Jadi, kami pemadaman sampai tuntas," kata Ismail kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Tim Manggala Agni Padamkan Karhutla di 5 Lokasi di Riau

Sedangkan karhutla yang sangat parah dan sulit dikendalikan, sebut Ismail, yaitu di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan. Sejak beberapa hari terakhir, petugas gabungan berjibaku memadam api.

Menurutnya, luas lahan gambut yang terbakar saat ini sudah mencapai puluhan hektar. Kondisi titik api sulit dipadamkan, karena gambut kering kedalamannya dua meter.

"Kami terus berupaya memadamkan titik api, agar asapnya tidak menyebar ke permukiman warga," ucap Ismail.

Baca juga: Kabut Asap Tipis akibat Karhutla Mulai Selimuti Kota Pekanbaru

Harus terobos hutan dengan jalan kaki

Selama menanggulangi karhutla, Ismail mengaku banyak kendala yang dihadapi oleh tim di lapangan. Misal, sumber air terbatas, cuaca panas, dan angin kencang.

Selain itu, untuk menuju lokasi titik api, tim Manggala Agni harus menerobos hutan yang tak bisa dilalui dengan sepeda motor apalagi mobil operasional.

Tim menembus hutan dan semak belukar bukan dengan tangan kosong. Tetapi, tim memikul mesin pompa air, selang, nozel dan termasuk konsumsi.

"Kadang tim kita harus memikul peralatan pemadaman menuju lokasi kebakaran. Jarak mencapai puluhan kilometer. Kondisi ini dialami anggota saat pemadaman karhutla di Kelurahan Lubuk Gaung. Lokasi ini sangat jauh karena sudah berbatasan dengan Rohil," sebut Ismail.

 

Harus nyebur ke kanal untuk sampai ke lokasi

Selain itu, ia juga bercerita dua hari yang lalu tim terpaksa menyebur ke kanal untuk menyeberang ke lokasi karhutla.

Kanal selebar empat meter yang diseberangi petugas dengan cara berenang sambil membawa peralatan pemadaman.

"Kanal yang dilewati tidak ada jembatan, jadi terpaksa berenang," ujar Ismail.

Pemadaman karhutla yang dilakukan tim Manggala Agni ternyata tidak hanya dilakukan pada pagi hari sampai sore.

Namun, di beberapa titik, tim memadamkan api sampai malam.

Ismail menyebutkan, beberapa hari lalu, pemadaman api dilakukan sampai malam di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Bengkalis.

"Waktu itu kebakaran masih baru ditemukan dan semakin meluas. Jadi, tim berupaya memutus penjalaran api sampai jam sebelas malam. Tapi kebanyakan pemadaman sampai sore, kecuali urgen. Misalnya api mendekati permukiman warga," cerita Ismail.

Rela menginap di hutan

Kemudian, dia menyebutkan, tim Manggala Agni juga ada yang menginap di hutan di sekitar lokasi untuk memadamkan api.

Salah satunya di lokasi karhutla di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

Sudah beberapa malam, satu regu tim Manggala Agni Dumai bermalam di lokasi dengan mendirikan tenda.

"Ada satu tim yang menginap di lokasi. Mereka menginap karena lokasinya jauh. Jadi mereka capek bolak balik setiap hari," kata Ismail.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim Manggala Agni dan tim lainnya, beberapa titik api sudah berhasil kami padamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan," imbuh Ismail.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X