Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton Per Hektar meski Cuaca Tak Menentu

Kompas.com - 25/02/2021, 06:01 WIB
Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Bahrudin Siregar menunjukkan hasil panen cabe di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deli Serdang pada Rabu (24/2/2021) siang. Di dusun ini, di masa pandemi dan iklim panas petani bisa menghasilkan panen 20 - 25 ton per hektar. KOMPAS.com/DEWANTOROKabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Bahrudin Siregar menunjukkan hasil panen cabe di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deli Serdang pada Rabu (24/2/2021) siang. Di dusun ini, di masa pandemi dan iklim panas petani bisa menghasilkan panen 20 - 25 ton per hektar.

MEDAN, KOMPAS.com - Wajah semringah tak bisa disembunyikan sejumlah petani cabai  di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, pada Rabu (24/2/2021) sore.

Betapa tidak, meskipun cuaca panas dan curah hujan rendah dan masih di masa pandemi Covid-19, mereka bisa memanen hingga 25 ton per hektar. 

Namanya Muhammad Sofyan, Ketua Kelompok Tani Sadar di dusun yang hanya berjarak sekitar 9 kilometer dari Bandara Internasional Kualanamu itu.

Dia sendiri baru menanam cabai sekitar 6 - 7 tahun terakhir. Sebelumnya, dia menanam padi dan kedelai. Cabai, menurutnya, menjadi harapan baru bagi petani, di luar padi dan kedelai yang kini ditinggalkan. 

"Cabai ini menjanjikan kalau harganya stabil dan hasilnya memuaskan. Walaupun juga pernah mengalami kerugian ketika harganya jatuh," katanya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di DIY Melonjak, Sudah Rp 90.000 Per Kg

Petani terimbas pandemi 

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah berpengaruh ke hampir semua sektor. Tak terkecuali petani di Dusun Cilacap ini.

"Perekonomiannya agak berat. Bekerja pun katanya ini itu. Jadi kita kan pening juga. Jadi kita inilah usaha nanam cabai," ujarnya. 

Dijelaskannya, saat ini di lahan seluas 4 hektar baru dua kali panen. Masih ada sekitar 13 kali panen lagi. Perhitungannya, dari 1 batang bisa menghasilkan 1 - 1,2 kg.

Dalam 1 hektar, dia menanam sekitar 17.000 batang. Jika dikalikan, maka hasil panen cabai mencapai 20 hingga 25 ton.

"Hasil panen per hektar 25 ton dan untuk dijual di lokal saja. Agen datang sendiri kemari," katanya. 

Baca juga: Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Cabai, Pria Ini Tak Sadar Bakar 5 Hektar Lahan Warga

Dapat bantuan pupuk Pemprov Sumut

Dijelaskannya, pertanaman cabai di lahan seluas 4 hektar ini, mendapat bantuan pemulihan ekonomi di masa Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupa mulsa, pupuk, oba,t dan lain sebagainya.

Dalam kondisi seperti saat ini, bantuan pemerintah sangat diharapkan. 

"Biaya produksi tiap 1 batang tanaman itu Rp 15.000. Dan tiap batangnya bisa menghasilkan 1 - 1,2 kg. Maka agar petani bisa untung, harga cabai harus di atas biaya produksi. Seperti sekarang ini, harga di petani Rp 25.000 per kilogram," ujarnya.

Baca juga: Geger Cabai Rawit Disemprot Cat Merah di Banyumas, Tersebar di 3 Pasar hingga Pengakuan Pelaku

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X