Cerita Mulyono dan Partina, Menikah di Usia 11 Tahun, Miliki 16 Anak tapi Terancam Tak Punya Tempat Tinggal

Kompas.com - 24/02/2021, 19:15 WIB

KOMPAS.com- Kisah pasangan suami istri di Malang, Jawa Timur, Mulyono (46) dan Partina (45) viral di media sosial.

Sebab, pasangan tersebut dikaruniai 16 orang anak hingga memiliki berlembar-lembar kartu keluarga (KK).

Meski merasakan kebahagiaan dikelilingi belasan putra dan putri, ternyata keluarga tersebut terancam tak punya tempat tinggal.

Sebab sang ayah, Mulyono yang bekerja sebagai pedagang bakso hanya menumpang di rumah orang lain. Padahal, rumah yang ditinggalinya itu telah laku dijual oleh sang pemilik.

Berikut kisah lengkap keluarga pasangan Mulyono dan Partina:

Baca juga: Kisah Pasutri di Malang Punya 16 Anak, Ingin Dapat Laki-laki tetapi Lahirnya Perempuan, lalu Keterusan

Dikenal karena viral di media sosial

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral
Mulanya, video sebuah keluarga yang memiliki banyak anak viral di media sosial TikTok.

Video memperlihatkan foto seluruh anggota keluarga yang memiliki 16 orang anak.

Video tersebut mendapatkan perhatian dan dilihat 1,6 juta kali oleh warganet.

Ternyata pengunggahnya ialah Ariyana (23), anak ketujuh dari pasangan Mulyono dan Partina.

"Motivasinya cuma iseng. Sedang tidak ngapa-ngapain sama adik. Akhirnya foto-foto dibuat video," kata dia.

Baca juga: Berjualan Bakso Keliling dan Buka Warung, Pasutri yang Punya 16 Anak Kesulitan Tempat Tinggal

 

Ilustrasi bayi lahirPIXELS Ilustrasi bayi lahir
Asal mula miliki 16 anak

Pasangan suami istri Mulyono dan Partina membenarkan jika foto-foto dalam video viral itu adalah anggota keluarganya.

Ternyata, ia memang memiliki 16 orang anak. Namun kini, anak yang tinggal bersama mereka hanya 14 orang.

Sebab, dua di antaranya telah meninggal dunia, yakni anak ketiga dan anak bungsu mereka.

Mereka mengatakan, awalnya menginginkan anak lelaki, tetapi yang lahir adalah perempuan.

Pasangan yang semula hanya berniat memiliki dua anak itu pun akhirnya keterusan.

"Awalnya, ingin punya anak laki-laki tapi yang lahir perempuan. Akhirnya keterusan (sampai 16 anak)," tutur Mulyono.

Baca juga: Mulyono dan Partina Miliki 16 Anak, Ada yang Ingin Adopsi dengan Iming Rumah dan Uang

Menikah di usia 12 dan 11 tahun

Ilustrasi menikah.SHUTTERSTOCK Ilustrasi menikah.
Ternyata pasangan tersebut menikah di usia yang sangat muda.

Mereka menikah pada tahun 1986. Saat itu Mulyono berusia 12 tahun dan istrinya 11 tahun.

Anak pertamanya lahir pada tahun 1988 atau dua tahun setelah mereka menikah.

Kemudian berlanjut hingga anak kedua, ketiga hingga keenam belas.

Selisih kelahiran anak mereka rata-rata satu tahun.

"Selisihnya kurang lebih satu tahun, dua tahun, paling lama empat tahun," kata dia.

Kini, delapan anaknya masih bersekolah.

Satu orang sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Malang, tiga orang duduk di bangku SMP, tiga orang masih bersekolah di SD dan satu orang anak masih TK.

Baca juga: Ditawari Rumah dan Uang, Pasutri yang Punya 16 Anak Tolak Orang yang Ingin Mengasuh, Ini Alasannya

 

IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi
Kebahagiaan punya anak banyak

Memiliki belasan anak membuat mereka bersyukur dan bahagia.

Meski sebagai pedagang bakso keliling harus menghidupi belasan anak, Mulyono mengaku tetap senang.

Sebab, rumahnya menjadi ramai dengan suara anak-anak mereka.

Sang ibu, Partina menuturkan, pernah ada orang yang berniat mengasuh anaknya menjadi anak angkat. Tetapi ia menolaknya.

Ia berprinsip, meski hidup tak mudah namun semua anak bisa berkumpul bersama orangtua mereka.

"Dulu ada yang mau diambil orang, tapi saya tidak mau, kasihan. Mau dikasih rumah, uang tapi saya tidak mau. Biarkan kumpul, makan tidak makan yang penting kumpul," kata dia.

Baca juga: Sederet Fakta Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Sumbar, Mark Up Hand Sanitizer Rp 4,9 Miliar hingga Pansus Usir Pejabat OPD

Di tengah kebahagiaan, terancam tak punya tempat tinggal

Ilustrasi rumah.Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Ilustrasi rumah.
Namun sayangnya, di tengah kebahagiaan tersebut, keluarga Mulyono dan Partina terancam tak memiliki tempat tinggal.

Mulyono bekerja sebagai penjual bakso keliling sedangkan istrinya berdagang di warung.

Mereka tak memiliki rumah sendiri dan hanya mengontrak rumah.

"Belum pernah punya rumah. Pindah-pindah terus. Kontrak-kontrak gitu," katanya.

Mereka menempati sebuah rumah di Jalan Krakatau Nomor 19 Malang, Jawa Timur sejak tahun 2015.

Tetapi, rumah yang mereka tinggali kini telah laku dijual oleh sang pemilik.

Mulyono dan keluarganya diberi waktu hingga bulan Mei 2021 berada di rumah tersebut.

"Diberi waktu sampai Mei di sini," kata Mulyono.

Sumber: Kompas.com (Kontributor Malang, Andi Hartik | Editor: Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

36 Desa Wisata Disiapkan untuk Dukung Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas

Regional
Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Walkot Bobby Salurkan Bantuan Senilai Rp 600.000 kepada Penarik Ojol dan Bentor

Regional
Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Atalia Praratya: Selain Ibu, Tumbuh Anak Harus Didukung oleh Ayah

Regional
Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Kompetisi JRRC Diharapkan Dorong Perkembangan Wisata Baru di Garut

Regional
Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Kenalkan Tugas dan Fungsi Kepala Daerah, Walkot Bobby Ajak Puluhan Siswa Berkeliling Balai Kota

Regional
Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Ridwan Kamil Sebut Dirinya Punya Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dengan Anies Baswedan

Regional
Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Jabar Quick Response Sukses Gelar Kompetisi Mitigasi Bencana JRRC 2022

Regional
Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.