Kompas.com - 24/02/2021, 15:30 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Eha Soemantri meninggal dunia setelah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap dua. RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar angkat bicara.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Mansyur Arif dalam keterangan persnya menjelaskan, Rabu (24/2/2021) menegaskan bahwa Eha Soemantri meninggal dunia bukan disebabkan vaksinasi Covid-19.

Mansyur menjelaskan, Eha Soemantri mendapat vaksinasi pertama kali 14 Januari 2021.

Dia kemudian melakukan perjalanan ke luar kota Makassar yakni ke Kota Mamuju, Sulawesi Barat lima hari sebelum vaksinasi kedua dilakukan pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2021.

“ES (Eha Soemantri) lalu menderita sesak nafas, batuk dan demam selama tiga hari pasca vaksinasi kedua yakni pada tanggal 1 Februari 2021. ES kemudian terkonfirmasi Covid-19 pada 5 Februari 2021 berdasarkan rapid tes antigen dan swab PCR. Selanjutnya dilakukan tracing terhadap klaster keluarga, bahwa suami dan anak juga terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.  

Baca juga: RS Darurat di Benteng Vastenburg Solo Diresmikan, Layani Pasien Covid-19 dan Vaksinasi Massal

Mansyur membeberkan, almarhumah ES pertama kali mendapat perawatan di RS Pelamonia Makassar.

Kemudian keadaan memburuk sempat masuk ke ICU dan karena kondisinya makin parah dan keadaan kesehatannya semakin menurun, lalu dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar pada 11 Februari 2021.

“Kemudian dilakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pada tanggal 17 Februari 2021, hasil swab PCR almarhumah telah dinyatakan negatif. Namun tanggal 18 Februari 2021 makin menurun dan meninggal dunia di ruang ICU pada tanggal 19 Februari 2021,” terangnya.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Makassar Palsukan Dokumen, Termasuk Surat Keterangan Bebas Covid-19

Sebagai kesimpulan, lanjut Mansyur, almarhumah ES kemungkinan terjangkit Covid-19 sebelum vaksinasi kedua dilakukan.

Almarhumah juga diduga ada kontak saat kunjungan ke luar kota Makassar atau anggota keluarga.

“Gejala yang timbul tiga hari setelah vaksinasi kedua, menunjukkan bahwa kekebalan tubuh saat vaksinasi pertama belum terbentuk secara maksimal. Almarhumah juga sudah mendapatkan tata laksana Covid-19. Jadi kematian almarhumah bukan karena vaksinasi Covid-19,” tegasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.