Operasional Stasiun Semarang Tawang Lumpuh karena Kebanjiran

Kompas.com - 23/02/2021, 22:42 WIB
Stasiun kereta api Tawang Semarang KOMPAS.com/istimewaStasiun kereta api Tawang Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - Stasiun Semarang Tawang kembali terendam banjir usai dilanda hujan lebat selama beberapa jam pada Selasa (23/2/2021) sore.

Sejumlah titik di stasiun yang terendam banjir di antaranya akses masuk dengan ketinggian air sekitar 55 cm, halaman parkir dengan ketinggian air sekitar 40 cm hingga memasuki hall stasiun dengan ketinggian air sekitar 75 cm.

Kemudian pada emplasemen stasiun jalur 1 hingga 7 ketinggian air sekitar 14 cm dari kop rel.

Baca juga: Sempat Banjir, Genangan Air di Simpang Lima Semarang Sudah Surut

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan, kondisi ini menyebabkan operasional perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Semarang Tawang untuk penumpang tidak bisa berfungsi.

"Sehingga untuk sementara waktu Stasiun Tawang kembali dinonaktifkan sebagai stasiun yang melayani naik dan turun penumpang," kata Kris dalam siaran pers, Selasa (23/2/2021).

Atas kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan maaf sebesar-besarnya atas terganggunya perjalanan kereta api di Stasiun Tawang.

Kris menyebut, kereta api yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sementara waktu yakni KA Jayabaya relasi Malang-Pasar Senen.

Baca juga: 2 Jam Diguyur Hujan, Simpang Lima Semarang dan Kantor Gubernur Jateng Terendam Banjir

Hingga pukul 21.13 WIB, kereta api tersebut masih tertahan di Stasiun Alastua sehingga menyebabkan keterlambatan 165 menit.

Namun, pihaknya mengoperasikan lokomotif hidrolik untuk sarana menarik rangkaian KA Jayabaya yang di Alastua melewati genangan di emplasemen Tawang yang masih cukup tinggi airnya.

Sedangkan untuk kereta api yang tertahan lainnya yakni KA Joglosemarkerto tujuan Solo di Semarang Poncol dan KA Joglosemarkerto tujuan Purwokerto di Brumbung.

"Service recovery sudah disiapkan juga di Stasiun Poncol untuk penumpang KA Jayabaya. Juga upaya pengalihan dengan menggunakan minibus dari Stasiun Brumbung menuju ke Semarang Poncol," ujarnya.

Sejauh ini, penanganan banjir dilakukan dengan menghidupkan pompa air utama di Stasiun Tawang untuk mengurangi debit air.

"Petugas perawatan jalur rel dikerahkan ke lokasi banjir hingga menyiapkan pola operasi naik turun penumpang kereta api dipindahkan ke Stasiun Semarang Poncol," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Februari 2021

Regional
Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Syarat Swab PCR di Bandara Supadio Pontianak Kembali Diperpanjang sampai Idul Fitri

Regional
Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Pidato Gibran Setelah Dilantik: Kebut Vaksinasi, Kebut Pemulihan Ekonomi

Regional
Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Sanksi Kasus Pertengkaran 2 Dosen UMI Makassar Tergantung Dewan Etik Kampus

Regional
Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Pemilik Pabrik Tembakau Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap: Tidak Ada Rasa Benci...

Regional
[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

[BERITA FOTO] Cerita di Balik Foto Resmi Bupati Banyuwangi, Dipotret Bang Dzoel Fotografer Difabel

Regional
Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Kakek Tunarungu Kumpulkan Rp 174 Juta dalam 9 Karung Sejak 1990, Ada 1 Karung Uang yang Sudah Tak Berlaku

Regional
Ikut Negerikan Unimal Aceh, Gus Dur Diberi Penghargaan

Ikut Negerikan Unimal Aceh, Gus Dur Diberi Penghargaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X