Percepat Kesembuhan Pasien Covid-19, Walkot Madiun: Kita Akan Beli Plasma Konvalesen di PMI

Kompas.com - 23/02/2021, 19:51 WIB
Maidi KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIMaidi

MADIUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Madiun akan membeli plasma konvalasen penyintas corona di Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19.

“Saya beli donor plasma di PMI saya beli. Plasma ini dibeli karena pasien Covid-19 yang sudah sembuh sebanyak seribu lebih. Donor diambil plasmanya bisa kita beli,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021) siang.

Kebijakan itu diambil agar angka kesembuhan pasien Covid-19 terus meningkat di Kota Madiun.

Total pasien sembuh saat ini mencapai 1.175 atau 84,90 persen dari jumlah warga yang terpapar corona.

Dari ribuan penyintas Covid-19 di Kota Madiun, Maidi meyakini pasti ada yang layak dijadikan donor plasma konvalesen.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Surabaya Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya...

Dengan demikian, setiap warga yang positif Covid-19 bisa mendapatkan plasma tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, tindakan itu juga bagian keprihatinanya menyusul angka kematian pasien Covid-19 yang belum turun sampai saat ini.

“Tetapi yang menjadi prihatin saya untuk kematian masih terus belum bisa drop. Artinya, sehari ada orang mati satu,” ungkap Maidi.

Sementara itu, Kepala Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Madiun, Dwi Santoso mengatakan, pihaknya masih menunggu realisasi pencairan anggaran dari Pemkot Madiun untuk membeli alat yang digunakan mengambil plasma konvalesen dari penyintas Covid-19.

"Sudah kami ajukan anggarannya (pengadaan alat pembuat plasma konvalesen) ke Pemkot Madiun tetapi belum turun," kata Santoso.

 

Santoso mengatakan, proposal pengajuan kebutuhan anggaran itu sudah disampaikan awal Februari 2021. Total anggaran yang diajukan sekitar Rp 1 miliar.

Pengajuan plasma konvelesen

Warga yang membutuhkan plasma konvalesen bisa mengajukan langsung ke PMI. Saat mengajukan, warga menyertakan keterangan golongan darah dan jumlah kantong plasma yang dibutuhkan.

Harga satu kantong plasma dengan ukuran 200 ml biasanya sekitar Rp 2 juta.

Baca juga: Jembatan Penghubung Putus Disapu Banjir, Kabupaten Yalimo di Papua Terisolasi

Pembelian plasma konvalesen, kata Santoso, biasanya ditanggung pemerintah daerah. Sebab, seluruh biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung pemerintah.

Sebanyak 1.384 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Madiun hingga Selasa (23/2/2021).

Dari jumlah itu, 1.175 sembuh, 38 dirawat, dan 95 meninggal.

Korban meninggal paling banyak berasal dari warga lanjut usia. Kondisi itu terjadi karena banyak lansia yang memiliki penyakit bawaan saat terinfeksi Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X