Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2021, 19:43 WIB
Hadi Maulana,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com - Lima unit kapal yang tengah sandar di pelabuhan gudang KPU Bea Cukai Tipe B Batam di Tanjung Uncang, Batuaji, ludes terbakar.

Belum diketahui secara pasti pemicunya. Namun dugaan sementara, kebakaran kapal akibat dari puntung rokok.

"Pemicunya diduga puntung rokok yang dibuang sembarangan yang ada di dalam kapal," kata Wakapolsek Batuaji, AKP Indra melalui telepon, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Saat Nakhoda dan ABK Terjun ke Laut, Kapal Terbakar dan Meledak di Karimun

Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Meski ada lima unit mobil pemadam yang turun untuk memadamkan, namun jilatan api lebih cepat dari aksi pemadaman.

Ditambah lagi saat kejadian, tiupan angin sangat kencang, sehingga memudahkan api merambat ke kapal lain.

Api bisa dipadamkan setelah dua jam kemudian.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan, semua kapal ludes terbakar. Namun tidak ada korban jiwa dari kejadian ini," terang Indra.

Lebih jauh Indra mengatakan, untuk memastikan penyebab kebakaran saat ini pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan tim forensik Polresta Barelang.

Saat ini pihaknya telah mengamankan empat orang saksi untuk diperiksa.

"Saat kejadian, ada empat orang di sekitar lokasi gudang, di mana dua sekuriti dan dua lagi penjaga kapal," papar Indra.

Baca juga: Kapal Terbakar di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan KN SAR 103 Wisnu

Adapun kapal-kapal yang terbakar yakni Rahmat Jaya, Carolina, Ikral Jaya dan 2 unit pompong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com