Video Penganiayaan Dosen Fakultas Sastra UMI Viral, Dekan Bersurat ke Dewan Etik Kampus

Kompas.com - 23/02/2021, 19:26 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penganiayaan yang diduga dilakukan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berinisial MH terhadap Ketua Prodi Ilmu Komunikasi berinsial HD kini sedang ditangani dewan etik universitas. 

Dekan Fakultas Sastra UMI Makassar Basri Dalle mengatakan, telah mengirimkan surat ke dewan etik kampus dengan tembusan rektor UMI untuk menyelesaikan permasalahan kedua dosen tersebut.

"Nanti di sana (dewan etik) yang mendalami bagaimana kasusnya bisa terjadi dan sebagainya," ujar Dalle melalui telepon, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Beredar Video Seorang Dosen Fakultas Sastra UMI Diduga Aniaya Rekannya

Nantinya kedua dosen tersebut akan dipanggil dan dipertemukan.

Basri mengaku, HD dan MH sudah saling bermaafan saat dipertemukan di ruang senat fakultas, Senin (22/2/2021). 

Namun, kata Basri, kasus ini tetap dilanjutkan di kode etik apalagi video yang memperlihatkan MH diduga memukul HD di sebuah koridor kampus telah viral di media sosial. 

Basri mengatakan, perbedaan pendapat sudah sering terjadi pada tiap dosen. Namun peristiwa pemukulan seperti di video yang viral itu baru pertama kali terjadi. 

"Ini yang sangat saya sesalkan sekali. Kalau adu argumentasi saja itu kan wajar-wajar saja. Jangan diikuti tindakan yang pada akhirnya viral," kata Basri. 

Baca juga: Kakak Adik Residivis Rampok Rumah Dosen, Sekap dan Todongkan Badik ke Korbannya

Basri pun berharap dengan kejadian ini, tak ada lagi dosen yang terlibat pertengkaran dengan sesama dosen, lainnya.

Dia menuturkan, hingga saat ini HD yang diduga menjadi korban pemukulan juga belum melaporkan kasus yang dialaminya ke kepolisian. 

"Kita tidak berpikir ke sana. Kita tetap selesaikan secara internal karena ini kan sama-sama orang UMI," ujar Basri. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X