Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jembatan Penghubung Putus Disapu Banjir, Kabupaten Yalimo di Papua Terisolasi

Kompas.com - 23/02/2021, 18:30 WIB
Dhias Suwandi,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebuah jembatan penghubung di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, putus disapu banjir besar yang terjadi pada Senin (22/2/2021).

Kondisi itu membuat Kabupaten Yalimo kini terisolasi. Sebab, jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung dari Jayawijaya menuju Yalimo.

Kondisi ini diperburuk karena akses lain menuju Yalimo dari Jayapura lebih dulu terputus setelah sebuah jembatan di Distrik Benawa rusak parah.

"Jalur Wamena-Yalimo terputus dari kemarin (22/3/2021). Akses ke Yalimo sebelumnya bisa diakses lewat jalan darat dari Jayapura juga, tapi jalannya masih putus karena jembatan Benawa putus, Jadi Yalimo sekarang terisolasi," ujar Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, banjir yang melanda Distrik Abenaho cukup deras sehingga membuat jembatan tersebut putus.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di Surabaya Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya...

Hingga sore ini, sambung Arif, hujan masih turun di Yalimo. Pembangunan jembatan sementara belum bisa dilakukan.

"Saya tidak tahu itu kategorinya banjir bandang atau bukan tapi airnya deras dan memang jembatannya belum permanen, masih jembatan sementara. Sampai saat ini belum ada jembatan pengganti karena masih hujan, sampai sekarang masih terputus," kata dia.

Arif memastikan, keadaan di Yalimo masih terkendali. Kebutuhan masyarakat seperti bahan pokok masih tersedia.

Sebagai antisipasi, pihaknya juga membuka posko kesehatan untuk merawat warga yang merasa sakit.

"Sampai sore ini kebutuhan masyarakat masih tercukupi semua, kita juga buka pos kesehatan karena di sana ada Koramil Elelim," kata Arif.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com