Masalah Anggota DPRD Sebut Pemakaman Pasien Covid-19 seperti Kubur Binatang Dianggap Selesai

Kompas.com - 23/02/2021, 16:31 WIB
Anggota DPRD Bantul Supriyono (Batik Hijau) bersalaman dengan Ketua FPRB Bantul Waljito di Gedung DPRD Bantul Selasa (23/2/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOAnggota DPRD Bantul Supriyono (Batik Hijau) bersalaman dengan Ketua FPRB Bantul Waljito di Gedung DPRD Bantul Selasa (23/2/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Masalah ucapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Supriyono, yang menyinggung relawan Covid-19 dianggap selesai. 

Badan Kehormatan DPRD Bantul memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada Supriyono. 

Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi mengatakan, setelah Supriyono meminta maaf Badan Kehormatan DPRD sepakat untuk tidak memberikan sanksi. 

"Anggota BK (Badan Kehormatan) tadi sudah hadir dan bersama-sama menerima permohonan maaf sehingga BK sudah menerima karena ada klarifikasi dari yang bersangkutan. Proses ini berhenti dan BK sudah hadir," kata Subhan di Gedung DPRD Bantul, Selasa (23/2/2021).

 Baca juga: Sejumlah Pejabat OPD Sumbar Diusir dari Rapat Pansus DPRD

Subhan menyebut, dalam pertemuan tertutup di Ruang Ketua DPRD Bantul, Supriyono mengaku percaya adanya virus corona. 

"Salah satu pertanyaan, Pak Supriyono itu percaya tidak dengan Covid? Tadi dijawab sangat percaya. Kalau sudah sangat percaya artinya beliau sudah menyadari," ucap Subhan.

Selain itu, relawan Covid-19 di Kabupaten Bantul juga sudah menganggap masalah dengan politikus Partai Bulan Bintang itu sudah perlu diperpanjang. 

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito, menyatakan tidak akan melaporkan Supriyono ke polisi. 

 

"Secara hukum kami tidak akan melaporkan karena tuntutan kita hanya satu kali 24 jam untuk minta maaf, selesai," kata Waljito.

"Kalau ada delik hukum yang muncul silakan," ujar dia.

Baca juga: Sebut Pemakaman Pasien Covid-19 seperti Kubur Binatang, Anggota DPRD Bantul Minta Maaf

Menurutnya, relawan sudah bisa menerima permintaan maaf karena mengedepankan prinsip kemanusiaan.

Selain itu Supriyono sudah mengakui bersalah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X