Anggota DPRD Bantul Sebut Pasien Diperlakukan Positif Covid dan Dimakamkan seperti Anjing, Plh Bupati: Enggak Pas

Kompas.com - 23/02/2021, 08:39 WIB
Relawan SAR DIY, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, dan Satgas COVID-19 Kalurahan se kabupaten Bantul menggeruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/02/2021). Relawan SAR DIY, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, dan Satgas COVID-19 Kalurahan se kabupaten Bantul menggeruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/02/2021).

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dalam video yang menjadi viral, anggota DPRD Bantul Supriyono menyebut banyak pasien meninggal diperlakukan seperti pasien yang positif Covid-19 untuk proyek Dinas Kesehatan. Dia juga menyebut pemakaman korban Covid-19 seperti anjing. Polisi masih melakukan pendalaman terkait masalah ini.

Pelaksana harian (Plh) Bupati Bantul Helmi Jamharis menyayangkan munculnya pernyataan Supriyono terkait adanya proyek pemerintah melalui dinas kesehatan.

"Ya enggak paslah ya. Semua anggaran yang oleh negara kepada masyarakat melalui OPD itu dasarnya kebutuhan masyarakat," kata Helmi saat dihubungi wartawan, Senin (22/2/2021) malam.

Baca juga: Gara-gara Ucapan Anggota Dewan, Relawan Covid-19 Bawa Keranda Mayat ke DPRD Bantul

Dikatakan, Pemkab tak mungkin mengambil keuntungan saat pandemi. Organisasi perangkat daerah (OPD) untuk pelayanan masyarakat.

"OPD melayani masyarakat, tidak ada yang mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut," kata Helmi

Pihaknya meminta kepada semua pihak agar tidak mengeluarkan pernyataan yang kontraproduktif. Selain itu, pejabat juga harus mengapresiasi kerja masyarakat dalam menanggulangi pandemi.

 "Yang jelas namanya pemerintah aparatur sipil negara itu abdi negara, abdi masyarakat jadi statement-statement perilaku yang diwujudkan harus menyejukkan masyarakat," ucap Helmi.

"Mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan masyarakat sehingga masyarakat itu merasa terlindungi oleh keberadaan pemerintah," kata Helmi.

Baca juga: Relawan Covid-19 Tersinggung, Datangi DPRD Bantul Sambil Bawa Keranda, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono mengaku tak ingin terburu-buru mengambil sikap terkait video yang direkam di wilayah Lendah, Kulon Progo, itu. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Polres Kulon Progo.

Nantinya bisa dari Polda DIY atau Polres Kulon Progo yang memeriksa yang bersangkutan.

"Saya tidak mau mendahului penyidik karena masih dalam ranah penyidik," kata Wachu kepada wartawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X