Cerita Desa Miliarder Kuningan, Lebih dari 20 Orang Beli Motor Baru Setiap Harinya

Kompas.com - 22/02/2021, 11:00 WIB
Cahyono, Warga Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan membeli motor baru, Jumat (19/2/2031). Desa ini menjadi desa miliader pasca pencairan ganti untung pembangunan waduk Kuningan yang merupakan program nasional. Dokumentasi wargaCahyono, Warga Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan membeli motor baru, Jumat (19/2/2031). Desa ini menjadi desa miliader pasca pencairan ganti untung pembangunan waduk Kuningan yang merupakan program nasional.

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, netizen dibikin heboh oleh aksi borong mobil yang dilakukan warga desa di Tuban, Jawa Timur.

Warga desa tersebut mendadak jadi miliarder lantaran memperoleh uang pembebasan lahan dari PT Pertamina.

Nantinya, tanah mereka akan dipakai untuk pembangunan proyek kilang minyak new grass root refinery.

Baca juga: Selain di Tuban, Desa Miliarder Juga Ada di Kuningan, Warganya Borong 300 Mobil dan Motor


Ternyata, desa miliarder tak cuma ada di Tuban.

Warga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, punya cerita serupa.

Tanah mereka juga terdampak pembangunan proyek, yakni Waduk Kuningan.

Pembangunan mega proyek yang termasuk dalam program nasional itu berlangsung sejak 2013.

Saat ini, fisik bangunan telah selesai, dan tinggal menyisakan pembebasan lahan yang mencapai 3 persen.

Baca juga: Cerita Lain Miliarder Tuban, Merasa Rugi meski Dapat Rp 4 Miliar

Dapat uang hingga miliaran Rupiah

Ilustrasi uangSHUTTERSTOCK Ilustrasi uang

Menurut penuturan Kepala Desa (Kades) Kawungsari Kusto, sejumlah warga di desanya memperoleh duit hingga miliaran Rupiah.

“Kemarin ada pencairan sekitar 179 bidang tanah yang dibebaskan dengan nilai rupiah mencapai sekitar Rp 134 miliar,” terangnya kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2021).

Hampir serupa dengan kisah desa miliarder Tuban, saat sebagian warga di Desa Kawungsari, Kuningan, menerima uang pembebasan lahan, mereka langsung membelanjakannya untuk membeli kendaraan.

Kusto mengatakan setiap harinya ada lebih dari 20 orang yang membeli motor baru.

Jika ditotal, motor dan mobil yang dibeli warganya sudah mencapai 300 unit.

Baca juga: Cerita di Balik Warga Desa Borong Mobil, Ternyata Sempat Menolak Tanahnya Dijual untuk Kilang Minyak

"Dalam setiap hari, ada 30 unit motor dengan berbeda merek itu dibeli warga kami. Mayoritas motor gede matic seperti Nmax atau PCX yang menjadi idola warga kami," ujarnya dikutip dari Tribunnews.

Dalam satu keluarga, bahkan bisa membeli lebih dari satu motor.

"Iya dalam satu rumah warga kami, motor baru itu ada yang dua, tiga atau lebih dari itu. Kejadian ini sudah berjalan dan pemberian ganti untung beberapa waktu lalu," ucap Kusto.

Baca juga: Dapat Uang hingga Rp 10 Miliar, Warga Desa di Tuban Borong Mobil, Serumah Bisa Punya 1-3 Unit

Selain motor dan mobil, warga juga memanfaatkan uangnya untuk membeli tanah sebagai tempat tinggal.

Dilansir dari pemberitaan Tribunnews, Sabtu (20/2/20210), proyek Waduk Kuningan ini mengakibatkan enam desa terdampak dan satu desa harus pindah.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon | Editor: David Oliver Purba), Tribunnews

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X