Dengar Dentuman Disertai Gempa, Warga Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Berhamburan Keluar

Kompas.com - 22/02/2021, 07:01 WIB
Seorang sukarelawan memantau rumah terdampak bencana tanah bergerak Dusun Suradita, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang sukarelawan memantau rumah terdampak bencana tanah bergerak Dusun Suradita, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pengungsi dan warga di lokasi bencana tanah bergerak Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (21/2/2021) malam berhamburan keluar rumah.

Peristiwa tersebut menyusul terdengarnya bunyi dentuman disertai goncangam gempa yang menggetarkan bangunan. Peristiwa ini terjadi Minggu malam sekitar pukul 21:56 WIB.

"Lagi tiduran, tiba-tiba mendengar bunyi dentuman dua kali, pas duduk badan menempel ke dinding terasa bergetar," ungkap salah seorang pengungsi, Ajun (52) kepada Kompas.com di tempat pengungsian SDN Ciherang, Minggu malam.

Baca juga: Dentuman Kembali Terdengar di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi, Warga Bingung dan Panik

Dia menuturkan, merasa ada getaran langsung keluar bangunan. Begitu juga para pengungsi yang sebagian di antaranya tertidur langsung terbangun.

"Semuanya (pengungsi) keluar dari ruang kelas," tutur Ajun yang juga mengungsi karena rumahnya dalam kategori terancam.

Sejumlah warga lainnya mengakui sebelum merasakan getaran gempa, mendengar bunyi dentuman sebanhak dua kali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lagi masak mi, tiba-tiba dengar bunyi dentuman terus terasa getaran," kata Jubaedah.

Baca juga: Warga di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Terkejut Mendengar Dentuman Keras

Sementara Anih (60) menuturkan saat mendengar bunyi dentuman sedang nonton televisi sambil tiduran.

"Saya bangun langsung bangunkan cucu dan terus keluar rumah. Di luar juga sudah banyak warga," tutur dia.

 

Gempa Sukabumi M 4,6

Hasil penelusuran Kompas.com getaran yang cukup kuat dirasakan warga di kaki Gunung Beser itu juga dirasakan warga Sukabumi lainnya.

Beberapa saat kemudian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi mengenai gempa dirasakan dengan magnitudo 4,6.

Gempa tersebut terjadi pada 21 Februari 2021 pukul 21:56:32 WIB, Lokasi : 7.64 LS - 106.56 BT  (72 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi. Kedalaman 28 kilometer.

Dirasakan MMI III Pangandaran, III Garut Selatan, III Cikajang, III Cianjur Selatan, III Pangalengan, II Pelabuhan Ratu, II Panggarangan, II Cisolok, II Cikember, II Tegalbuleud, III Kota Sukabumi, III Cipamingkis, III Jampang, III Sagaranten, III Cisompet, III Sindangbarang, III Pamengpeuk, III Bungbulang, III Ciwidey, II Bayah, II Cikotok, II Cihara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.