Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2021, 08:09 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kabupaten Tuban menjadi perbincangan setelah ratusan warganya membeli mobil secara bersamaan setelah tanahnya dibeli oleh Pertamina untuk pembangunan kilang minyak.

Dilansir dari website Kabupaten Tuban, daerah Tuban berada di jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawam

Tuban disebut sebagai Kota Wali karena Tuban menjadi salah satu kota di Jawa yang mejadi pusat penyebaran ajaran agama Islam.

Di Tuban ada beberaoa makam wali seperti makam Sunan Bonang, Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi (Palang) dan Sunan Bejagung.

Tuban juga terkenal dengan kota tuak karena menghasilkan minuman (tuak dan legen) yang berasal dari sari bunga siwalan (ental).

Baca juga: Ratusan Warga Tuban Mendadak Jadi Miliarder, Begini Upaya Polisi dan TNI Jaga Keamanan Desa

Mata air di pantai utara Pulau Jawa

Dalam buku Tujuh Ratus Tahun Tuban yang ditulis R Soeparmo dikatakan jika dulu Tuban bernama Kambang Putih.

Nama itu diambil karena jika dilihat dari arah laut, daratan Tuban seolah-olah sepertu batu putih yang terapung (watu kambang putih dalam Bahasa Jawa).

Sebagian orang juga meyakini nama Tuban berasal dari sumber air tawar yang ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 10 meter dari pantai.

Peristiwa tersebut membuat orang menamakannya 'me(tu) (ban)nyu yang berarti keluar air.

Baca juga: Tak Menyangka Video Miliarder Tuban yang Diunggahnya Viral, Tain: Saya Tidak Ikut Beli Mobil

Legenda yang diyakini masyarakat sekitar adalah cerita tentang Raden Aryo Dandang Wacono yang sedang membuka lahan.

Saat itu ia mencangkul lahan di hutan bambu yang bernama Papring. Namun betapa mengejutkannya saat tanah yang dicangkul Raden Aryo mengeluarkan air.

Mata air tersebut sejuk dan segar walaupun terletak di tepi pantai utara Pulau Jawa. Mata air tersebut juga tidak mengandung garam, tidak seperti kota pantai lainnya.

Akhirnya tanah yang dibuka oleh Raden Aryo Dandang Wacono tersebut dinamakan Tuban yang dikenal hingga sekarang dengan nama Kabupaten Tuban.

Baca juga: Cerita Lain Miliarder Tuban, Merasa Rugi meski Dapat Rp 4 Miliar

Kota pelabuhan utama di pantai utara

Kemenhub menurunkan tim untuk mengatasi kebocoran gas Pertamina di Pantai Utara Jawa.Dok. Kemenhub Kemenhub menurunkan tim untuk mengatasi kebocoran gas Pertamina di Pantai Utara Jawa.
Sementara itu dalam jurnal Alun-alun dan Revitalisasi Identitas Kota Tuban yang ditulis Samuel Hartono dosen Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra dijelaskan jika Tuban adalah salah satu kota pelabuhan utama di pantai utara Jawa.

Nama Tuban sudah ditulis oleh para penulis China pada zaman dinasti Song Selatan pada tahun 1127-1279 dan dinasti Yuan (Mongol) pada tahun 1271-1368 hingga dinasti Ming pada tahun 1368-1644).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.