Pegawai Kecamatan di Kabupaten Serang Jadi Mafia Tanah Senilai Rp 3,1 Miliar

Kompas.com - 19/02/2021, 21:24 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

SERANG, KOMPAS.com - Polda Banten membongkar kasus mafia tanah yang melibatkan oknum pegawai Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang insial JS (46).

Selain JS, polisi juga menetapkan dua orang rekannya sebagai tersangka yakni SD (49) dan  LJ (61).

Direktur Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Martri Soni mengatakan, ketiga tersangka memalsukan akta jual beli tanah seluas 2.676 meter persegi di blok 001, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

"Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah untuk menguntungkan diri sendiri," kata Martri kepada wartawan di Mapolda Banten. Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Kades di Serang Jadi Tersangka Mafia Tanah Senilai Rp 4 Miliar

Pegawai kecamatan bertugas memalsu tanda tangan

Dijelaskan Martri, JS oknum ASN staf Ekbang Kecamatan Pabuaran berperan memproses akta jual beli yang tidak sesuai dan memalsukan tanda tangan.

"Tersangka SD sebagai pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ  yang mengaku sebagai ahli waris tanah," ujar Martri didampingi Kasubdit II Harda Ditrkirmum AKBP Dedy Darmawansyah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Martri menuturkan, kasus mafia tanah itu terungkap dari laporan Apipah (53) warga  Sukajaya, Kecamatam Curug, Kota Serang yang kaget mengetahui tanah miliknya sudah berpindah tangan.

"Padahal korban  tidak pernah menjual tanahnya dan menandatangi surat atau dokumen apapun," kata Martri.

Baca juga: Nenek Ini 11 Tahun Berjuang Melawan Mafia Tanah

Korban rugi Rp 1,3 miliar

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian secara materil senilai Rp1,3 miliar berdasarkan harga tanahnya.

Akibatnya, tersangka SJ dijerat pasal 263 ayat 1 dan atau pasal 264 ayat 1 KUHP.

Tersangka SD dijerat pasal 263 ayat 2 dan atau 264 ayat 2 KUHP.

Sedangkan LJ dijerat pasal 263 KUHP Jo pasal 55 KUHP.

"Ketiganya terancam pidana penjara selama 6 tahun," tandas Martri.

Baca juga: Cerita Wahab, 30 Tahun Perjuangkan Ganti Rugi Tanah Miliknya, Rp 2,4 M Belum Dibayar oleh Pemkot Padang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X