Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hujan Tak Kunjung Reda, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor Terendam Banjir

Kompas.com - 19/02/2021, 15:18 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam banjir pada Jumat (19/2/2021).

Setidaknya ada tiga wilayah yang terendam banjir itu yakni, Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, selanjutnya Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menyebut, tiga wilayah yang terendam banjir tersebut ketinggiannya antara 30-60 sentimeter.

Baca juga: Penyelewengan Bansos Covid-19 di Kabupaten Bogor, Modus Duplikasi Data Orang yang Meninggal

Akibat banjir itu, tim BPBD dan Kepolisian telah diterjunkan untuk menanggulangi banjir tersebut.

"Yang terkena sementara 3 titik itu karena curah hujan tinggi," kata Adam saat dihubungi, Jumat.

Dari laporan sementara, sebut Adam, terdapat puluhan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir namun tak ada korban jiwa dan korban mengungsi.

"Kalau Citeureup dan Cileungsi sudah mulai surut, jadi laporan untuk saat ini yang naik Bojongkulur siaga 1, kita fokus ke sana," ujar dia.

Baca juga: Dugaan Pungli BLT UMKM Kabupaten Bandung Capai Rp 804 Juta, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Adam mengatakan, satu tim dengan perahu karet juga sudah dikirim ke sejumlah wilayah tersebut dibantu personel pemadam kebakaran.

Ia menambahkan bahwa saat ini pompa-pompa air di sejumlah titik sudah dioperasikan.

Namun, karena intensitas hujan masih tinggi, kemungkinan yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang berada di jalur pertemuan Sungai Cileungsi-Cikeas.

Sebab, di wilayah tersebut menjadi zona merah rawan luapan air.

"Kalau jumlahnya (rumah terendam) belum didata. Untuk data sementara 3 titik itu yang banjir," jelas dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com