Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemakaman Jenazah Covid-19 di Tengah Banjir di Pekalongan Viral di Medsos

Kompas.com - 19/02/2021, 12:07 WIB
Dony Aprian

Editor

KOMPAS.com - Pemakaman jenazah pasien Covid-19 di tengah kondisi banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, viral di media sosial Instagram @pekalonganinfo.

Berdasarkan akun Instagram @pekalonganinfo terlihat beberapa warga sedang melakukan sholat jenazah di tengah banjir.

Postingan yang diberi judul 'A picture describes thousands words' ini, bertuliskan:

"Pemakaman protokol COVID-19 di tengah bencana banjir, Desa Depok, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan. Semoga bencana banjir segera surut dan semoga pandemi segera berakhir. Mari tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun' via Pusksiwalan,"

Baca juga: Kisah Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Sleman, Tak Berani Pulang hingga Terpeleset ke Liang Lahat

Kepala Puskesmas Siwalan Suwondo membenarkan adanya pemakaman jenazah pasien Covid-19 dilakukan di tengah banjir.

"Peristiwanya itu pada hari Kamis (18/2/2021)," ujar Suwondo dikutip dari Tribunjateng.com, Jumat (19/2/2021). 

Dikatakan Suwondo, petugas pemulasaran memakamkan jenazah pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

"Pasien itu kiriman dari RSUD Kraton," kata Suwondo.

 

Ia menambahkan, petugas harus menyedot air yang menggenangi liang lahat menggunakan mesin pompa.

"Alhamdulillah, pemakaman berjalan lancar dengan dibantu pompa air. Walaupun di lokasi terkendala dengan banjir," imbuhnya.

Baca juga: Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Probolinggo, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Suwondo menjelaskan, sebelum dilakukan pemakaman, petugas dan keluarga pasien sholat jenazah dengan kondisi peti jenazah masih di dalam mobil ambulans.

"Sebetulnya pemakaman seperti itu kurang memenuhi syarat, harusnya di tempat ketinggian. Jadi bagaimana lagi, mengingat kondisinya banjir," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, di Kabupaten Pekalongan memang tidak ada TPU khusus pasien Covid-19.

Apabila ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 dan meninggal dunia, kata dia, pemakaman jenazah diserahkan ke desa masing-masing.

"Dulu di wilayah Desa Mejasem juga pernah petugas melakukan pemakaman yang serupa dan kondisinya banjir. Jadi dua kali kejadian ini. Tapi, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," pungkasnya.

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Viral Pemakaman Pasien Covid-19 di Pekalongan di Tengah Banjir, Terungkap Cerita di Baliknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com