4 Petugas Forensik Rumah Sakit Jadi Tersangka Kasus Penanganan Jenazah

Kompas.com - 19/02/2021, 09:15 WIB
Foto: Kasi Pidum Kejari Pematangsiantar, M Khadafi [kanan] saat memberikan keterangan kepada awak media di gedung Kejari di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, Kamis (18/1/2021). KOMPAS.COM/Teguh PribadiFoto: Kasi Pidum Kejari Pematangsiantar, M Khadafi [kanan] saat memberikan keterangan kepada awak media di gedung Kejari di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, Kamis (18/1/2021).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Polisi menetapkan 4 orang sebagai tersangka kasus penanganan jenazah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Kasus ini telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar, Kamis (18/2/2021).

Keempat orang pria yang menjadi tersangka yakni DAAY, ESPS, RS dan REP.

Baca juga: Apa Itu Antemortem, Postmortem, dan Kerja Forensik dalam Proses Identifikasi Jenazah?

Keempat orang tersebut bertugas di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Dua di antaranya berstatus sebagai perawat dan dua orang lagi merupakan mitra rumah sakit.

Sebelumnya, Polres Pematangsiantar menerima laporan dari Fauzi Munthe.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fauzi melaporkan dugaan kasus kesalahan prosedur dalam penanganan jenazah istrinya, Zakiah (50) yang merupakan pasien suspect Covid-19.

Baca juga: Pasca-video Viral Pria Mabuk, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Dicopot

Zakiah meninggal dunia pada 20 September 2020 di RSUD Djasamen Saragih.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pematangsiantar M Khadafi mengatakan, terhadap keempat orang tersangka tidak dilakukan penahanan.

Pertimbangannya, keempat orang tersebut masih dibutuhkan bekerja di ruang forensik.

Keempat orang tersebut merupakan tenaga kerja yang khusus menangani jenazah.

"Pertimbangan oleh jaksa penuntut umum bahwa di ruang rorensik rumah sakit itu cuma hanya mereka berempat. Kita khawatir kalau dilakukan penahanan akan mengganggu proses berjalannya kegiatan forensik. Kita tidak mau gara-gara ini kegiatan itu terhenti apalagi sekarang kondisi pandemi," kata Khadafi.

Saat ini, jaksa sedang mempersiapkan administrasi agar berkas kasus ini dilimpahkan ke pengadilan.

Keempat orang tersebut disangka melanggar Pasal 156 huruf a KUHP tentang penistaan agama.

"Dalam berkas perkara, Wadir dan Kepala Forensik juga diminta keterangan sebagai saksi. Jadi dalam persidangan nanti mereka juga akan dimintai keterangan di pengadilan. Nanti yang menjadi acuan di fakta persidangan, apakah ada fakta baru atau yang terlewati," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X