Curi Kayu Milik Perhutani, Petani Ini Tebang Pohon Jati dengan Gergaji Manual Tengah Malam

Kompas.com - 18/02/2021, 21:35 WIB
BARANG BUKTI—Aparat Polsek Sampung menunjukkan barang bukti belasan batang kayu jati yang ditebang tersangka Sarimo (59) di hutan milik perhutani di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek SampungBARANG BUKTI—Aparat Polsek Sampung menunjukkan barang bukti belasan batang kayu jati yang ditebang tersangka Sarimo (59) di hutan milik perhutani di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

PONOROGO, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang petani bernama Sarimo (59), karena diduga mencuri kayu jati di hutan milik Perhutani di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Untuk mengelabui petugas, pria paruh baya itu masuk ke hutan pada tengah malam. Tak hanya itu, Sarimo menggunakan gergaji manual agar tidak terdengar saat memotong kayu.

Baca juga: Sehari Sebelum Ditemukan Tewas, Perempuan Ini Sempat Bertengkar Lewat Telepon

“Tersangka melakukan aksinya sejak Desember 2020 lalu. Dia mencuri kayu jati di petak 76-I RPH Sampung,” kata Kapolsek Sampung, Iptu Marsono saat dikonfirmasi, Kamis (18/2/2021).

Saat ditangkap polisi, Sarimo menebang lima pohon jati berdiameter 30-35 centimeter.

Ia masuk ke hutan dan menebang pohon itu sendirian menggunakan gergaji manual. Setelah lima pohon jati terkumpul, Sarimo memotongnya dengan berbagai ukuran.

Setelah itu, kayu tersebut disembunyikan di belakang rumahnya agar tak ketahuan warga sekitar.

“Tersangka juga menutupi kayu itu dengan dedaunan agar tidak terlihat orang,” jelas Marsono.

Kayu yang dicuri dari hutan itu rencananya digunakan untuk memperbaiki rumah tersangka.

Polisi bersama polisi hutan berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti kemarin. Polisi menangkap tersangka setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Baca juga: Dapat Uang Rp 4 M Usai Jual Tanah ke Pertamina, Sodir Malah Merasa Tekor, Ini Alasannya...

Tersangka dijerat dengan pasal 82, 83, 84 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Ia terancam lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 2,5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X