Kompas.com - 18/02/2021, 16:25 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul (tengah) saat diwawancara wartawan tentang perampokan di rumah dosen di Mapolrestabes Makassar, Kamis (18/2/2021). Dok Humas Polrestabes MakassarKasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul (tengah) saat diwawancara wartawan tentang perampokan di rumah dosen di Mapolrestabes Makassar, Kamis (18/2/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua pria berinisial RA alias Boti (30) dan HA alias Andang (26) ditangkap tim Jatanras Polrestabes Makassar usai terlibat dalam perampokan rumah dosen di Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (9/2/2021).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, Boti dan Andang ditangkap di Kota Parepare pada Rabu (17/2/2021) dini hari. 

Keduanya tertembak usai mencoba melarikan diri saat pengembangan. 

"Pelaku masuk ke dalam rumah korban, mencungkil pintu dan menyekap pemilik rumah. Kemudian memerintahkan pemilik rumah untuk menunjukkan barang-barang berharga," kata Khaerul saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Rampok Uang Toko Rp 200 Juta, Satu Keluarga Ditangkap Polisi

Setelah ditunjukkan barang berharga, kedua bersaudara itu, kata Khaerul, lalu mengambil perhiasan korban berupa emas, uang tunai Rp 25 juta, serta beberapa alat elektronik berupa laptop, ponsel, dan tv. 

Dari pemeriksaan polisi, ditaksir korban mengalami kerugian hingga Rp 70 juta. 

"Kedua tersangka juga saudara kandung, mereka melakukan aksinya secara bersama-sama, hasilnya pun dibagi bersama-sama," ujar Khaerul. 

Dari hasil pengembangan penyidik, selama bulan Februari, kedua kakak adik ini telah merampok sebanyak 4 kali. 

Baca juga: Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Selain di rumah dosen, mereka juga merampok di rumah warga yang berada di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Manggala, serta Kecamatan Somba Opu, Gowa. 

Selain merampas alat elektronik, uang tunai, dan perhiasan, Boti dan Andang juga merampok motor korbannya. 

"Dari 4 TKP modusnya sama mencungkil untuk masuk ke rumah, dan mengancam pemilik rumah dengan senjata tajam kemudian disekap," ujar Khaerul. 

Andang dan Boti, kata Khaerul, merupakan residivis yang pernah menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan sebanyak dua kali. 

Keduanya disangkakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

"Nanti kita dalami lagi keterlibatan pelaku lainnya apakah ada yang bersama-sama dia atau penadah yang membeli barang-barangnya," jelas Khaerul. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X