Kompas.com - 18/02/2021, 15:53 WIB
Rumah Ketua RT 3 RW 6 Kelurahan Sawojajar Kota Malang yang mengalami pencurian dengan modus penyemprotan disinfektan, Kamis (18/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKRumah Ketua RT 3 RW 6 Kelurahan Sawojajar Kota Malang yang mengalami pencurian dengan modus penyemprotan disinfektan, Kamis (18/2/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Kejadian pencurian dengan modus penyemprotan disinfektan terjadi di Kota Malang.

Seseorang yang memakai hazmat berpura-pura melakukan penyemprotan disinfektan mencuri sejumlah emas perhiasan dan emas batangan dengan bobot 5 gram.

Kejadian itu terjadi di rumah Ketua RT 003 RW 006 Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, pada Selasa (16/2/2021).

Ketua RW 006, Catur Edi Widodo mengatakan, terduga pelaku datang pertama kali ke rumah korban sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Kisah Pilu Santi Marisa, Gadai HP karena Tak Bisa Makan, Nekat ke Kantor DPRD Minta Bantuan

Pelaku yang datang seorang diri mengaku sebagai petugas dari rumah sakit untuk menyemprotkan disinfektan di rumah korban.

Kebetulan, Ketua RT 3 yang merupakan salah satu penghuni rumah tersebut, Harsono meninggal dengan status terkonfirmasi Covid-19 di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia datang ke rumah korban mengaku sebagai petugas dari dari RS Lavalette menanyakan apa keluarga siap disemprot rumahnya," kata Catur, melalui sambungan telepon, Kamis (18/2/2021).

Penghuni rumah yang tidak melihat gelegat mencurigakan bersedia dengan tawaran pelaku. Pelaku lantas berpamitan untuk mengambil alat semprot.

Sekitar 45 menit kemudian, pelaku datang lagi dengan pakaian hazmat. Pelaku membawa alat semprot yang biasa digunakan untuk menyemprot burung ketika dimandikan.

Alat semprot itu yang dijadikan modus oleh pelaku untuk melaksanakan aksinya.

"Dia datang sudah berpakaian APD. Hanya pakainya saja, pakai masker juga. Alat semprotannya menggunakan semprotan burung," kata dia.

Setelah melakukan penyemprotan, pelaku berpamitan dan mengaku akan kembali untuk penyemprotan yang kedua. Sampai di situ, keluarga yang berjumlah tiga orang di rumah itu masih belum melihat kecurigaan pada diri pelaku.

Sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku kembali ke rumah korban.

"Sekitar jam 16.30 dia datang lagi. Tapi tidak pakai APD. Cuma pakai helm dan masker. Motornya tidak diparkir di depan rumah korban lagi. Tapi diparkir di jalan sebelah utaranya rumah korban," ujar dia.

 

Saat itu, pelaku kembali melakukan penyemprotan. Pelaku juga memasuki kamar di rumah tersebut.

"Penghuni juga dengar kalau dia buka lemari dan laci dengar. Tapi tidak curiga," kata dia.

Saat itu, pelaku meninggalkan rumah itu dengan tergesa-gesa.

Keesokan harinya, Rabu (17/2/2021), penghuni rumah baru menyadari bahwa emas perhiasan dan emas batangan yang disimpan di laci lemari di kamarnya hilang.

"Rabu, anak korban mau menaruh kalung, dia baru tahu kalau perhiasannya hilang semua. Tujuh perhiasan emas, dan batangan," kata dia.

Baca juga: Dapat Rp 15,8 Miliar Jual Tanah, Sutrisno Warga Tuban: Dulu Susah, Sekarang Uang Banyak Dinikmati

Ketika itu korban di rumah itu baru menyadari kalau telah kemalingan.

Korban berusaha mengkonfirmasi ke Rumah Sakit Lavalette terkait kedatangan orang yang mengaku petugas itu.

Ternyata, pihak Rumah Sakit Lavalette tidak pernah mengirim petugasnya untuk melakukan penyemprotan.

"Ternyata dicek pihak rumah sakit tidak mengirim orang untuk penyemprotan," kata dia.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengaku masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kita sedang lakukan penyelidikan dan akan kita tangkap pelakunya," kata dia, di RSIA Mardi Waloeja.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.