Kompas.com - 18/02/2021, 12:24 WIB
BNNP Jateng menyita rumah dan tanah milik terpidana kasus narkoba di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/2/2021). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBNNP Jateng menyita rumah dan tanah milik terpidana kasus narkoba di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/2/2021).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Jawa Tengah mengusut kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh terpidana kasus narkoba Budiman (43), warga Kutasari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan mengungkapkan, terpidana saat ini mendekam di Lapas Kelas II A Purwokerto dengan masa hukuman 8 tahun 4 bulan setelah ditangkap Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Banyumas pada tahun 2019 lalu.

"Pelaku ditangkap anggota BNNP Jateng dan BNNK Banyumas di Lapas Kelas II A Purwokerto pada 30 Januari 2021 karena melakukan TPPU yang berasal dari tindak pidana narkotika," kata Benny saat ungkap kasus di rumah pelaku, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Dituding Tolak SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah, Bupati Banyumas: Hoaks Itu

Menurut Benny, pelaku telah ditangkap atas kasus yang sama sebanyak tiga kali.

Pertama ditangkap anggota Polres Banyumas pada tahun 2004, kemudian tahun 2013 oleh anggota Polres Purbalingga dan ketiga tahun 2019 oleh BNNP.

"Sejak tahun 2016, sewaktu di dalam penjara, pelaku tetap menjalankan bisnis sabu-sabu sampai sekarang. Modusnya dengan menerima setoran pembayaran dari pembelinya melalui rekening adiknya. Sebagian keuntungannya dibelikan aset yang kemudian kami sita," ujar Benny.

Adapun aset yang disita yaitu sebuah rumah dua lantai dan satu bidang tanah seluas 84 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 500 juta, 22 burung berkicau senilai Rp 100 juta dan uang tunai Rp 6,5 juta.

Baca juga: Bupati Banyumas soal Pidana untuk Penolak Vaksin: Tindakan Persuasi Dahulu

"Pelaku menggunakan peternakan burung murai dan berkicau lainnya yang ada di belakang rumah sebagai kamuflase seolah-olah dia dan keluarganya mempunyai usaha peternakan dan jual beli burung," ungkap Benny.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 3 subsider Pasal 4 lebih subsider Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan atau Pasal 137 huruf (a) dan (b) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X