BNN OKI Menangkap Bandar Sabu yang Mengirim Barang dari Batam ke Palembang

Kompas.com - 18/02/2021, 08:42 WIB
Kepala BNNK Ogan Komering Ilir AKBP Agung Sugiyono memperlihatkan tersangka dan barang bukti sabu. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGKepala BNNK Ogan Komering Ilir AKBP Agung Sugiyono memperlihatkan tersangka dan barang bukti sabu.

OGAN KOMERING ILIR, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menangkap seorang pria yang diduga bandar narkotika dengan barang bukti sabu seberat 567, 18 gram.

Barang bukti sabu tersebut dikemas dalam enam kemasan plastik dan dimasukkan ke dalam sebuah tas.

Kepala BNN OKI AKBP Agung Sugiyono mengatakan, penangkapan bandar berinsial DI itu berasal dari informasi Bea Cukai Sumsel bahwa ada barang mencurigakan yang dikirim dari Batam tujuan Palembang.

Baca juga: Pencuri di Sumsel Ini Mencabuli Korbannya dengan Ancaman Senjata Tajam

Untuk mengelabui petugas, barang tersebut tidak langsung dikirim ke Palembang, tapi dipilih pesawat yang melalui Jakarta terlebih dahulu.

Bea Cukai yang mengetahui ada barang mencurigakan tersebut lalu berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Ogan Komering Ilir, karena tujuan barang tersebut adalah daerah Tulung Selapan Ogan Komering Ilir.

Setelah itu, petugas BNN Ogan Komering Ilir dan Bea Cukai mengontak pihak jasa pengiriman barang dan sopir bus yang diminta tersangka untuk mengambil barang dan mengantar ke Tulung Selapan.

Petugas lalu mengikuti bus tersebut hingga ke daerah Tulung Selapan. Ketika sampai, bus langsung dihentikan dan dilakukan penggeledahan.

"Barang yang mencurigakan itu dibongkar, ternyata berisi sabu sebanyak 6 kantong seberat 567,18 gram," kata Agung.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Februari 2021

Sedangkan tersangka DI ditangkap di Kecamatan Jejawi, saat hendak meluncur ke Palembang.

Petugas Bea Cukai Sumsel Sonni Kristianto mengatakan, petugas Bea Cukai sudah mencurigai keberadaan barang tersebut sejak dari Batam.

Petugas lalu berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman barang, di mana barang itu dikirim dan menemukan alamat tujuan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

"Kita lalu berkoordinasi dengan pihak BNNK Ogan Komering Ilir untuk menangkap pemilik barang tersebut yang ternyata narkotika jenis sabu," kata Sonni

Atas perbuatanya, tersangka DI terancam Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X