Kompas.com - 17/02/2021, 23:59 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk insentif rukun tetangga (RT) selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Setiap RT akan mendapatkan insentif sebesar Rp 500.000.

Baca juga: Warga Tuban Ramai-ramai Borong Mobil, Kepala Dusun: Dulu Mereka Menolak Keras Jual Tanah

Insentif itu diberikan untuk menunjang pelaksanaan PPKM Mikro. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro, pengendalian Covid-19 dilakukan hingga tingkat RT.

"Saya sudah mendisposisi, segera ditindaklanjuti berkaitan dengan dana untuk RT. Kemarin saya minta satu RT ada dana operasional Rp 500.000. Totalnya (anggaran) sekitar Rp 2 miliar," kata Wali Kota Malang Sutiaji di Balai Kota Malang, Rabu (17/3/2021).

Sementara itu, di Kota Malang terdapat 4.226 RT yang tersebar di 57 Kelurahan. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Malang, sebanyak 94,22 persen RT berstatus zona hijau dan sisanya, 5,78 persen, zona kuning.

Zonasi itu mengacu pada jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama tujuh hari terakhir. Setiap RT wajib memasang penanda berupa bendera sesuai dengan warna status zonasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sutiaji mengatakan, PPKM Mikro di Kota Malang akan terus dilakukan sampai pandemi Covid-19 berakhir. Sebab, PPKM Mikro tidak berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi.

"PPKM ini tidak terkait dengan ekonomi. Jadi ini bisa terus digerakkan. PPKM Mikro hanya ada pembatasan-pembatasan tertentu," jelasnya.

Sutiaji menilai, PPKM Mikro berbasis pada penguatan di tengah masyarakat melalui RT. Dengan begitu, sektor ekonomi tidak terganggu dan mobilitas warga tetap bisa dipantau.

"PPKM Mikro itu basic-nya adalah ketahanan di tingkat masyarakat. Ekonomi terus berjalan dan mobilitas orang bisa dipantau nanti," katanya.

Secara nasional, Sutiaji mengklaim PPKM Mikro mampu mengendalikan kasus Covid-19.

"Kematian turun, tingkat kesembuhan meningkat. Artinya kesadaran masyarakat sudah meningkat," katanya.

Baca juga: Takut Disuntik Vaksin Covid-19, Warga Satu Dusun Bersembunyi di Hutan

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang hingga 16 Februari 2021 sebanyak 5.927 orang, bertambah 14 orang dari hari sebelumnya.

Rinciannya, meninggal sebanyak 520 orang, sembuh sebanyak 5.210 orang dan masih aktif dalam pemantauan sebanyak 197 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X