Kisah Guru Honorer dan Istri Asuh Puluhan Anak Yatim Piatu

Kompas.com - 17/02/2021, 17:12 WIB
Feratri Rahmatilah dan Anak-anak Asuhnya di Yayasan Mata Hati di Gunungkidul Selasa (16/2/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOFeratri Rahmatilah dan Anak-anak Asuhnya di Yayasan Mata Hati di Gunungkidul Selasa (16/2/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Tidak ada plakat "Panti Asuhan Yayasan Mata Hati" di Padukuhan Karangmojo B, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi dalam rumah sederhana ada puluhan anak-anak yang beraktifitas.

Yayasan yang dikelola pasangan suami istri Arif Suhaermanto dan Feratri Rahmatillah ini mengasuh 43 anak dari usia 2 tahun sampai 22 tahun berbagai macam latar belakang.

Awalnya, ide membentuk yayasan ini pada 2006. Saat itu ada gempa bumi yang berdampak ke banyak orang. 

Feratri yang masih kuliah, dan seorang dokter di RSUD Wonosari kemudian mengumpulkan donasi yang disalurkan kepada 81 anak di Kapanewon Paliyan dan Saptosari.

Baca juga: 43 Penghuni Panti Asuhan Asisi Depok Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mereka diberikan bantuan uang saku Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Mereka yang dibantu, agar beban orang tuanya berkurang setelah gempa bumi mengguncang.

Seiring berjalannya waktu ada keluhan dari anak asuhnya karena membutuhkan uang sekolah, hingga harus ditinggalkan orang tuanya bekerja.

Pada tahun 2008 dengan keterbatasan, dia pun memberanikan mengasuh empat orang anak, sambil mengurus izin pendirian yayasan. Sampai akhirnya 2011, yayasan itu mendapatkan legalitas.

Saat ini ada 43 anak yang diasuh bersama suaminya, Arif, yang bekerja sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) SD Muhammadiyah Grogol.

Pola asuh yang diberikan pun berbeda dengan panti asuhan yang lain, yakni sistem pendidikan keluarga.

Baca juga: Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Setelah beraktivitas sekolah, mereka diajarkan mengaji oleh ustaz. Tak ada perbedaan antara dua anak kandungnya dengan puluhan anak-anak yang diasuhnya. Tak ada pembantu, dia mengasuh puluhan anak bersama suami dan kedua orangtuanya.

"Semuanya saya asuh seperti anak sendiri, yang kecil saja tidur sama saya. Ya seperti keluarga di rumah itu. Ada anak ada bapak dan ibu," kata Feratri di aula Yayasan Mata Hati, Selasa (16/2/2021).

"Sudah 32 anak yang lulus dari sini, ada yang menikah, ada yang sudah bekerja. Ada tiga anak yang sudah saya nikahkan, dan sudah punya anak. Jadi saya ini sudah punya cucu," kata wanita yang saat ini berusia 34 tahun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X