Kompas.com - 16/02/2021, 20:27 WIB
Keindahan panorama Gunung Merapi dari Yogyakarta. Dok. HHWTKeindahan panorama Gunung Merapi dari Yogyakarta.

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, telah menetapkan siaga darurat Merapi.

Sebelumnya, daerah ini ditetapkan status tanggap darurat Merapi sejak 6 November 2020 dan diperpanjang sebanyak 4 kali.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto menjelaskan, penetapan siaga darurat Merapi diambil karena arah ancaman atau potensi bahaya erupsi Gunung Merapi telah berubah.

Baca juga: Jalan di Wonosobo Tiba-tiba Amblas, Mobil Kijang Terperosok, Moncongnya Masuk Lubang

Kebijakan ini tertuang pada Keputusan Bupati Magelang Nomor 180.182/38/KEP/46/2021 tentang penetapan status Siaga Darurat Bencana Gunung Merapi, yang berlaku mulai 15 Februari 2021 sampai dengan terjadinya perubahan aktivitas Merapi yang signifikan. 

"Ya jadi sekarang tidak lagi tanggap darurat, tapi sekarang berubah menjadi siaga darurat," kata Edy, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (16/2/2021). 

Edy memaparkan, berdasarkan rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aancaman atau potensi bahaya Gunung Merapi telah bergeser ke barat daya (hulu Kali Krasak dan Kali Boyong). 

Kemudian, jika terjadi erupsi efusif jarak bahaya diperkirakan mencapai 5 kilometer. Sedangkan jika eksplosif mencapai 3 kilometer.  

"Atas dasar rekomendasi tersebut, arah ancaman telah bergeser ke barat daya, maka kita turunkan menjadi siaga darurat, karena tidak ada upaya penanganan darurat, tidak ada pengungsi juga," ujarnya.

Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan 12 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur 1.500 Meter

Menurutnya, keputusan ini ke depan bisa ditinjau kembali tergantung aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Jika semakin menurun maka status siaga darurat bisa dicabut, demikian sebaliknya jika aktivitas meningkat.

"Ya nanti kita cabut dan kita keluarkan sampai menjadi normal. Kita lihat ancamannya ke mana atau bisa saja juga dinaikkan menjadi darurat lagi, itu bisa. Kalau terjadi pengungsian kan harus dinaikkan," tutup Edy. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X