Kompas.com - 15/02/2021, 18:33 WIB
Aparat kepolisian menggerebek aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak enam orang ditangkap, puluhan gram emas serta peralatan tambang diamankan. dok Polres KetapangAparat kepolisian menggerebek aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak enam orang ditangkap, puluhan gram emas serta peralatan tambang diamankan.

KETAPANG, KOMPAS.com – Aparat kepolisian menggerebek aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak enam orang ditangkap, puluhan gram emas serta peralatan tambang diamankan.

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari penindakan kegiatan jajaran kepolisian.

"Pada Januari dan Februari 2021, jajaran Polres Ketapang melakukan kegiatan penindakan PETI di dua lokasi, yakni di Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Hulu Sungai," kata Wuryantono dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/2/2021).

Baca juga: Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan Jalan di Ketapang Kalbar, 6 Orang Ditahan

Wuryantono menjelaskan, di Kecamatan Matan Hilir Selatan, penggerebekan dilaksanakan tanggal 6 Januari, dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Primas.

Lokasi tambang di KM 26 Jalan Pelang-Tumbang Titi, Desa Sungai Besar.

Sesampainya di lokasi, lanjut Wuryantono, tim tidak menemukan aktivitas tambang.

Meski demikian, tim menemukan beberapa peralatan tambang yang diduga untuk aktivitas penambangan emas ilegal yang kemudian dijadikan barang bukti.

"Temuan tim di lokasi yaitu tiga unit eksavator, dua potongan drum, dua potongan karpet, satu gulung selang dan tiga buah dulang. Untuk eksavator telah disita, namun sementara dititipkan gudang desa setempat,” terang Wuryantono.

Untuk mengetahui cukong atau pemodal tambang emas ilegal itu, penyidik dari Satreskrim Polres Ketapang melakukan penyelidikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X