Pemilik Warung yang Lawan Petugas Saat Razia Prokes Jadi Tersangka, Terancam 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Kompas.com - 15/02/2021, 16:02 WIB
Peyidik Satreskrim Polres Tuban, Jawa Timur sedang mengambil keterangan terhadap Tatak, pemilik warung yang melawan dan mengancam petugas saat operasi yustisi. KOMPAS.COM/HAMIMPeyidik Satreskrim Polres Tuban, Jawa Timur sedang mengambil keterangan terhadap Tatak, pemilik warung yang melawan dan mengancam petugas saat operasi yustisi.

TUBAN, KOMPAS.com - Pemilik warung kopi di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sempat melawan petugas penegak hukum disiplin protokol kesehatan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Pria berinisial NOAA alias Tatak itu terbukti melawan aparat penegak hukum saat operasi terpadu penegakan disiplin protokol kesehatan.

Saat itu, petugas itu menerapkan Surat Edaran Bupati Tuban Nomor 376/351/414.012/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, tersangka terbukti melawan dan mengancam petugas yang menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Tersangka juga secara sengaja mengadang petugas penegak hukum menggunakan mobil pikap agar tak merazia pengunjung warung kopi miliknya.

Baca juga: Rombongan Keluarga Tertahan di Tol karena Pakai 1 Kartu untuk 2 Mobil, Harus Bayar Denda Rp 566.000

"Alasannya, tersangka tidak terima para pengunjung warungnya dirazia," kata AKBP Ruruh Wicaksono, kepada Kompas.com, Senin (15/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proses penyidikan kasus melawan petugas penegak hukum ini berdasarkan laporan polisi Nomor: LP-B/26/1/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polres Tuban, pada 31 Januari 2021.

Sebanyak 10 saksi telah diperiksa penyidik Satreskrim Polres Tuban terkait kasus tersebut.

“Satu unit kendaraan pikap Grand Max warna putih beserta kunci dan STNK diamankan sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 212 KUHP atau Pasal 216 KUHP dengan ancaman maksimal satu tahun empat bulan penjara.

"Karena ancamannya kurang dari lima tahun, jadi tersangka tidak kami tahan, hanya wajib lapor," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X