Kompas.com - 15/02/2021, 14:30 WIB
Erni Lakusaba (42), bersama anak-anaknya saat berada di rumah mereka di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREErni Lakusaba (42), bersama anak-anaknya saat berada di rumah mereka di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT


KUPANG, KOMPAS.com - Wajah mungil DDS, terlihat murung saat duduk di pangkuan sang ibu Erni Lakusaba (42), Minggu (14/2/2021).

Tangan sebelah kanan menggaruk pelan tumitnya yang digigit nyamuk. Sesekali dia menatap ke wajah ibunya sembari tersenyum.

Bocah berusia tiga tahun ini belum bisa berjalan layaknya anak seusianya, akibat tulangnya yang dulunya patah belum sepenuhnya pulih.

DDS adalah balita asal Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada 12 Juli 2019 lalu saat masih berusia dua tahun, DDS menjadi korban penganiayaan sadis ayah kandungnya Abraham Sabneno.

Baca juga: Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Ia pernah ditendang oleh pelaku. Kedua tangan dan kakinya juga pernah dipukul menggunakan parang bagian atas hingga patah.

Mulut dan wajah DDS juga disulut api rokok.

Usai mengalami penyiksaan, bocah nahas itu langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan sang ayah melarikan diri ke hutan.

Saat DDS dianiaya, ibunya tidak berada di rumah karena menjual sayur di pasar.

Ibunya kaget, saat diberitahu oleh anak-anaknya yang lain, kalau DDS disiksa ayahnya.

Erni sempat menanyakan ke suaminya Abraham alasan anaknya dianiaya. Bukannya mendapat penjelasan, Erni malah dikejar pakai kayu dan parang.

Erni pun lari menuju Polsek Kupang Barat dan melaporkan kejadian itu.

Usai menerima laporan, polisi langsung bergerak cepat dan menangkap Abraham yang bersembunyi di rumah keluarganya di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

DDS menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang, akibat menderita luka di bagian wajah dan tukang kaki yang patah. Hasil pemeriksaan medis, DDS juga menderita gizi buruk.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X