Kompas.com dan Kitabisa Galang Donasi untuk Aqila, Bayi yang Makan Minum Lewat Selang

Kompas.com - 11/02/2021, 17:37 WIB
Aqila Fitriana, 20 bulan berada di gendongan ibunya di Desa Meunasah Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/2/2021). KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOAqila Fitriana, 20 bulan berada di gendongan ibunya di Desa Meunasah Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (6/2/2021).

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Kompas Gramedia Group dan Kitabisa menggalang donasi untuk Aqila Fitriana, bayi berusia 20 bulan di Desa Meunasah Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.

Penggalangan dana itu dilakukan lewat aplikasi Kitabisa dengan laman https://kitabisa.com/campaign/selamatkanaqila.

Marketing Communication Officer Kompas.com Brahmanda Pandya Dhipta menyebutkan, penggalangan dana itu akan dilakukan selama satu bulan.

Baca juga: Pilunya Nasib Bayi 20 Bulan di Aceh Utara, Makan dan Minum Harus Pakai Selang...

Diharapkan para dermawan turut membantu meringankan beban keluarga Aqila yang selama ini terpaksa makan dan minum lewat selang.

Sebelumnya, dokter menyebutkan Aqila mengidap sejumlah penyakit mulai infeksi saluran kencing, cairan dalam otak, lumpuh syarat, rahang tidak berfungsi dan gizi buruk.

“Kami mengajak semua masyarakat Indonesia untuk meringankan beban keluarga Aqila. Menurut keterangan ibunya,Deliana, obat tetes yang digunakan untuk Aqila sangat mahal, harganya Rp 1,3 juta per sekali tetes,” tutur Brahmanda saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Bantu Siswi SMP yang Terpaksa Jadi Kuli Bangunan, Kitabisa.com dan Kompas.com Galang Bantuan

Mulai Kamis (11/2/2021), para donatur bisa menyalurkan bantuan lewat aplikasi Kitabisa.

Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk keluarga miskin tersebut.

“Kami akan menyalurkan seluruh bantuan pada keluarga itu di Aceh Utara,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Aqila bocah mengalami gizi buruk dan komplikasi penyakit terpaksa makan dan minum lewat selang.

Keluarga ini miskin dan tidak mampu berobat rawat inap di rumah sakit. Sang ayah hanya sopir pada perusahaan swasta, dan ibu hanya ibu rumah tangga biasa.

Update: Pembaca Kompas.com dapat berpartisipasi dalam meringankan beban penderitaan kisah ini dengan cara berdonasi klik disini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X