Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Dicabut

Kompas.com - 11/02/2021, 16:49 WIB
Seorang sukarelawan memantau rumah terdampak bencana tanah bergerak Dusun Suradita, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang sukarelawan memantau rumah terdampak bencana tanah bergerak Dusun Suradita, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencabut status tanggap darurat bencana tanah bergerak Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Rabu (10/2/2021).

"Tanggap daruratnya sudah dicabut hari ini," kata Koordinator Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) BPBD Kabupaten Sukabumi Rengga Manggala kepada Kompas.com sebelum meninggalkan tempat pengungsi di SDN Ciherang, Rabu malam.

Selanjutnya, penanganan bencana ini kembali diserahkan kepada panitia lokal.

Baca juga: Gerakan Tanah di Kampung Ciherang Sukabumi Pernah Terjadi 3 Tahun Lalu

Namun, meskipun sudah diserahkan, pihak BPBD akan terus memantau dan berkoordinasi dengan panitia lokal.

"Ada satu Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang selalu monitor lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD," tutur Rengga.

Sekretaris Desa Cijangkar Deni Rusmayadi mengatakan, rencananya akan digelar rapat bersama unsur Muspika Nyalindung dan Pemerintah Desa Cijangkar untuk membahas paniitia lokal penanganan bencana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apakah ada perubahan atau tetap panitia lokalnya seperti semula," kata Deni.

Baca juga: Ini Beberapa Faktor Tanah bergerak di Sukabumi Menurut PVMBG

Pantauan Kompas.com sejak Rabu pagi hingga siang, hujan mengguyur lokasi bencana di kaki Gunung Beser.

Sejumlah warga melaporkan terjadinya retakan-retakan di kawasan bencana tanah bergerak itu.

Beberapa ada yang mendengar bunyi dentuman.

Diduga bunyi dentuman yang berlangsung saat hujan berasal dari retakan tanah di dalam permukaan.

Baca juga: Warga di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Terkejut Mendengar Dentuman Keras

Rekahan tanah itu terus membesar dan ambles semakin dalam.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, rumah tidak layak huni akibat tanah bergerak sebanyak 20 unit yang dihuni 21 kepala keluarga, atau terdiri dari sebanyak 50 jiwa.

Sebanyak 8 unit rumah sudah dibongkar secara mandiri.

Sedangkan rumah yang terancam berjumlah 103 unit yang dihuni 119 kepala keluarga, atau terdiri dari sebanyak 382 jiwa.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.