Fakta Wanita Penjual Sayur Tewas di Kebun Sagu, Jasad Ditemukan Anak, Pelaku Saudara Ipar Korban

Kompas.com - 11/02/2021, 12:50 WIB
Ilustrasi olah TKP KOMPAS.COM/KOMPAS.comIlustrasi olah TKP

KOMPAS.com - Seorang wanita paruh baya ditemukan tewas di kebun sagu, di Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Diketahui, identitas wanita paruh baya itu bernama Mahriyah, seorang penjual sayur yang merupakan warga setempat.

Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya bernama Andriyadi (27), tergeletak di parit dengan ditutupi dedaunan.

Polisi menduga, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Sebab, ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

Setelah melakukan serangkain penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku pembunuh Mahriyah.

Pelaku diketahui berinisial SR, yang tak lain adalah saudara ipar korban.

Saat ini pelaku telah ditahan di Polres Kubu Raya untuk menjalani pemeriksaan.

Berikut faktanya yang Kompas.com:

1. Kronologi ditemukan jasad korban

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Kapolsek Sungai Raya AKP Sutrisno mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan anaknya bernama Andriyadi (27) tergeletak di parit dengan ditutupi dedaunan.

Penemuan jasad korban berawal dari sang anak yang curiga karena ibunya belum pulang dari pasar untuk belanja sayur.

Karena curiga, anak korban kemudian mencari. Di tengah pencarian, ia kemudian melihat sebuah baskom warna hitam milik ibunya di pinggir jalan.

Melihat itu, sang anak kemudian menelusurinya dan menemukan ibunya sudah tewas di dalam parit di kebun sagu.

“Tak jauh dari baskom, terdapat sepeda korban bersama kantong-kantong sayur. Sedangkan jenazah korban tergelat di dalam parit tertutup daun sagu,” kata Sutrisno saat dihubungi wartawan, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Kronologi Seorang Anak Temukan Ibunya Tewas di Kebun Sagu, Berawal Curiga karena Tak Kunjung Pulang dari Pasar

 

2. Diduga korban pembunuhan

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Kata Sutrsino, mayat yang ditemukan di kebun sagu itu diduga korban pembunuhan. Sebab, pada tubuhnya ditemukan sejumlah luka lebam.

“Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka lebam akibat pukulan benda tumpul. Kuat dugaan korban merupakan korban pembunuhan,” ujarnya.

Untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti dan melakukan oleh tempat kejadian perkara.

“Penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari saksi untuk membuat terang peristiwa tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Berawal Lihat Baskom di Pinggir Jalan, Seorang Anak Temukan Ibunya Tewas di Kebun Sagu

 

3. Pelaku ditangkap

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Setelah melakukan seragkain penyelidikan dan penyidikan, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuh Mahriyah.

Pelaku yakni berinisial SR, yang tak lain adalah saudara ipar korban. Ia ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan

“Setelah melakukan penyelidikan dan pengejaran, akhirnya terduga pelaku pembunuhan Mahriyah berhasil ditangkap, yakni pria berinisial SR yang merupakan saudara ipar korban,” kata Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Jatmiko melalui keterangan videonya, Rabu (10/2/2021).

Selain mengamankan pelaku, turut juga diamankan barang bukti berupa kapak dan sebilah parang.

“Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti sebilah parang, kapak serta pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian," ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Jatmiko, terduga pelaku saat ini ditahan di rumah tahanan Polres Kubu Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka ditahan di Polres Kubu Raya untuk pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Baca juga: Pembunuh Wanita Penjual Sayur di Kebun Sagu Ternyata Saudara Ipar Korban

 

4. Motif sakit hati

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana mengatakan, motif pelaku membunuh korban karena sakit hati ditagih utang sebesar Rp 25 juta. Utang itu sudah empat tahun dan belum dilunasi.

Saat itu, korban meminta kepada pelaku untuk membayar utangnya secara langsung tanpa dicicil.

Saat menagih utang, pelaku merasa sakit hati kepada korban lantaran ada kata-kata kasar.

"Tersangka SM merasa sakit hati dan merencanakan pembunuhan tersebut, kemudian dihari tersebut pelaku menunggu korban di jalan parit mas yang dimana korban keseharian nya berjualan sayur melewati jalan itu," kata Yani, dikutip dari TribunKubuRaya.com.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 dan Pasal 340 dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup hingga hukuman mati.

Baca juga: Fakta Pria Bawa Senjata Tajam Saat Hendak Bertemu Kapolda, Diamankan Petugas, Mantan Suami Perwira Polisi

 

(Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor : Dony Aprian)/TribunKubuRaya.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X