PPKM Mikro Dinilai Belum Maksimal, Pemkot Malang Siapkan Insentif untuk RT dan RW

Kompas.com - 10/02/2021, 15:57 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Malang dinilai belum maksimal. Tidak ada perubahan yang terlihat hingga hari kedua pelaksanaan PPKM Mikro.

Padahal, sesuai Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro, pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan diminta membentuk pos komando (posko) yang berfungsi untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengaku sudah meminta seluruh camat dan lurah berkoordinasi dengan RT dan RW terkait pelaksanaan PPKM Mikro.

Sebab, pelaksanaan PPKM berbasis mikro ada di tingkat RT dan RW.

"Mungkin pada waktu itu belum terjangkau, bisa jadi (RT RW yang belum melaksanakan PPKM Mikro). Tapi diusahakan memang kita woro-woro-nya terus. Jadi kembali kepada kesadaran-kesadaran masing-masing," kata Sutiaji di Balai Kota Malang, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: PPKM Skala Mikro, Pemkot Surabaya Aktifkan Kembali 1.294 Kampung Tangguh

Sutiaji sudah menyiapkan sanksi untuk pihak yang tidak mengikuti ketentuan PPKM Mikro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, Sutiaji berharap akan muncul kesadaran di tengah masyarakat untuk disiplin menjalankan aturan seperti yang tertuang dalam PPKM Mikro.

"Itu kembali kepada dirinya masing-masing. Proses ke arah sana kan cepat atau lambat kesadaran itu akan terbangun," jelasnya.

Sementara itu, untuk menjamin pelaksanaan PPKM Mikro, pihaknya juga menyiapkan insentif bagi RT dan RW. Insentif itu belum bisa direalisasikan karena menunggu landasan hukum terbit.

"Insentif masih belum. Peruntukannya nanti dikembalikan kepada mereka," katanya.

 

Dilaksanakan terus menerus

Sutiaji menilai pelaksanaan PPKM Mikro tak akan berdampak pada sektor ekonomi karena berbasis RT dan RW.

Oleh karena itu, PPKM Mikro di Kota Malang akan dilaksanakan terus menerus tanpa batasan waktu.

"Jadi nanti tidak usah ada penambahan pelaksanaan PPKM Mikro lagi. Pokoknya nanti pakai PPKM Mikro sampai selesai (pandemi Covid-19)," katanya.

Baca juga: KKB Minta Dana Desa ke Kades, Bupati Intan Jaya: Terpaksa Memberikan daripada Ditembak

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, PPKM Mikro berlangsung sejak Selasa (9/2/2021). PPKM Mikro itu mengganti pelaksanaan PPKM yang sudah dilaksanakan selama dua jilid.

Sebelumnya, Sutiaji mengatakan, PPKM Mikro di Kota Malang tinggal menguatkan kampung tangguh yang sudah terbentuk sebelumnya. Namun, kampung tangguh di Kota Malang masih belum menyeluruh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X