Surabaya Target Nol Kasus Covid-19 di Semua Kelurahan, Efektifkan PPKM Skala Mikro

Kompas.com - 09/02/2021, 18:10 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar dialog penanganan Covid-19 bersama jajaran Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Surabaya, Selasa (9/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana membahas terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro secara mendetail.

Menurut dia, pelaksanaan PPKM mikro tersebut akan lebih diperketat di tingkat paling bawah, yakni RT.

Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021, ada empat klasifikasi zona yang sudah diatur.

Baca juga: Cium Kaki Ibu di Depan Polisi, Pria Ini Minta Maaf Telah Curi Motor Korban demi Judi Online

"Pertama, zona hijau. Disebut hijau apabila tidak ada kasus atau nol di wilayah setempat. Lalu zona kuning, bila terdapat pasien terkonfirmasi Covid-19 dalam satu RT berjumlah antara 1–5 orang. Nah, perlakuannya langsung tracing," kata Whisnu, seusai dialog di Balai Kota Surabaya, Selasa.

Untuk zona oranye, lanjut dia, apabila ditemukan warga yang terkonfirmasi antara 5-10 orang dalam satu kawasan RT, maka langsung diswab massal.

Berikutnya, kata Whisnu, untuk zona merah jika warga yang positif di satu wilayah itu lebih dari 10 orang, maka dilakukan testing, tracing dan treatment secara masif.

"Kalau di SE kami dengan dasar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2021, kami bagi cukup menjadi tiga zona. Mengingat dalam sebulan terakhir belum pernah ada lebih dari lima kasus dalam satu RT," ungkap Whisnu.

Ia menuturkan, tiga zona tersebut yang akan diterapkan di Kota Pahlawan.

Pertama adalah zona hijau, dinyatakan hijau apabila nol kasus di satu RT.

Namun, jika terdapat satu saja pasien terkonfirmasi Covid-19, maka wilayah itu dipastikan masuk zona berwarna kuning.

 

"Perlakuannya sama dengan zona oranye di Instruksi Mendagri. Artinya, kami lakukan tracing, swab masal di wilayah itu sambil kami lihat ada penambahan kasus berapa dari hasil tracing. Jika lebih dari dua, maka kami berlakukan zona merah dan pemblokiran wilayah," kata Whisnu.

Namun, pada saat dilakukan pemblokiran wilayah, Whisnu mengaku masih mendiskusikan apakah tempat ibadah tetap dibuka atau tidak.

Sebab, melihat aturan Mendagri, untuk zona merah tempat ibadah juga harus tutup sementara.

"Nah, itu yang kami masih pertimbangkan. Kalau untuk lapangan olahraga misalnya kami bisa tutup sementara," kata Whisnu.

Baca juga: Terungkap, Pria Ini Cabuli Anak Kandung hingga Melahirkan Tiga Anak

Sementara itu, untuk jam operasional mal buka hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk restoran dan sejenisnya beroprasi hingga pukul 22.00 WIB.

"Untuk kapasitasnya menjadi 50 persen. Kalau sebelumnya kan 25 persen," ujar Whisnu.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga akan melakukan pembatasan keluar masuk perkampungan melalui Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo.

Menurutnya, saat ini puluhan kelurahan di Kota Pahlawan sudah dinyatakan nol kasus Covid-19.

"Hingga saat ini ada 41 kelurahan (nol kasus). Target kami seluruhnya nol kasus secepatnya," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X