Kisah Pilu Kakek Darno yang Lumpuh dan Tunawicara, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Kompas.com - 09/02/2021, 06:20 WIB
Kakek Darno duduk di dipan yang berada di dalam gubuk reyot yang ditinggalinya, Senin (8/2/2021). KOMPAS.com/USMAN HADIKakek Darno duduk di dipan yang berada di dalam gubuk reyot yang ditinggalinya, Senin (8/2/2021).

NGANJUK, KOMPAS.com – Bau menyengat tercium dari sebuah gubuk reyot berukuran sekitar 3X3 meter. Di pintu masuk gubuk itu berceceran sejumlah sampah plastik, botol bekas, hingga dedaunan basah.

Gubuk itu milik Darno, kakek tunawicara yang juga mengalami kelumpuhan. Darno tinggal seorang diri, tak memiliki istri dan anak.

Sang kakaknya, satu-satunya saudara kandung Darno, telah lama meniggal.

Darno adalah warga RT 001, RW 009, Dusun Bongkal, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tak ada yang tahu usia Darno, warga menduga usia kakek itu sekitar 80-90 tahun.

“Mungkin (usia Darno) 80 tahunan,” kata Marimin (55), Ketua RT 001 sekaligus tetangga dekat Darno kepada Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Baca juga: Kronologi Jenazah Pasien Covid-19 Hilang dari Makam, Bupati Dapat Informasi Awal dari Medsos

Marimin tak ingat sejak kapan Darno hidup sebatang kara. Adapun yang pasti, tutur Marimin, Darno merupakan warga asli Dusun Bongkal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubuk reyot yang ditinggali Darno amat sederhana. Dinding gubuk berupa bilik bambu polos kondisinya rusak parah, jebol di beberapa titik. 

Atap gubuk itu tak kalah memprihatinkan. Sejumlah genteng hilang dan sebagian berlubang, bocor ketika hujan turun.

Pantauan Kompas.com, terdapat sebuah dipan reyot tanpa kasur atau tikar di dalam gubuk tersebut. Di ujung dipan, teronggok beberapa helai sarung.

Menurut Marimin, Darno jarang mandi. Baju yang dikenakan kakek tersebut itu-itu saja. Kakek itu juga jarang mengganti pakaian.

 

Karena kondisinya yang lumpuh, Darno tak pernah meninggalkan gubuk reyot tersebut, kecuali saat lapar.

“Makannya (Darno) dikasih lingkungan sini, lingkungan RT sini, diantar. Cuma kalau telat, (Darno) keluar ngesot ke tetangga minta makan,” tutur Marimin.

Marimin tak bisa memastikan apakah Darno memiliki dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk.

Ia hanya memastikan Darno tak termasuk dalam daftar penerima program keluarga harapan (PKH).

“(Darno) tidak dapat (PKH),” ungkap Marimin.

Baca juga: Tegaskan Gili Tangkong Tak Dijual, Bupati Lombok Barat: Pemilik Sertifikat Tidak Ada yang Tahu

Viral di medsos

Kondisi kakek Darno yang hidup sebatang kara di gubuk reyot itu viral di media sosial Facebook beberapa waktu terakhir.

Akun Arif Witanto mengunggah foto kakek Darno di salah satu grup Facebook yang berisi mayoritas warga Nganjuk.

“Darno lelaki tua yang bisu dan kesulitan berjalan itu tinggal di dalam bilik yang sudah rusak-rusak dan bolong,” tulis Arif Witanto di unggahannya.

Unggahan itu telah dikomentar 288 kali dan dibagikan 60 kali.

 

Menurut Marimin, setelah foto yang memperlihatkan kondisi Darno viral, aparat Desa Kepanjen bersama bhabinkamtibmas dan babinsa datang berkunjung.

Namun, Marimin tak tahu tujuan kedatangan mereka.

“Setahu saya baru tadi pagi ada perangkat desa, ada babinsa, Pak Lurah, ke sini,” jelas Marimin.

Baca juga: Bupati Intan Jaya: Saya dan TGPF Ditembaki, Wakapolda Naik Pesawat Ditembaki, Itu di Kota Loh...

Kompas.com mendatangi Kepala Desa Kepanjen Sugeng Purnomo di kediamannya untuk menanyakan upaya pemerintah membantu Darno, tetapi Sugeng tak berada di tempat.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi akan mengecek kondisi Darno terlebih dulu.

“Kita cek nggih (ya),” kata Marhaen saat dikonfirmasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.